Breaking News:

Bawaslu: tak Beretika Jika Bantuan Covid-19 Jadi Politisasi, Kemasan Beras Bantuan di OI Contohnya

Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menemukan dugaan politisasi bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Editor: Refly Permana
sripoku.com/resha
Tumpukan beras kemasan 5 Kilogram yang terdapat gambar Bupati Ogan Ilir. 

SRIPOKU.COM - Kamis (30/4/2020), masyarakat Kabupaten Ogan Ilir dihebohkan dengan tampilan kemasan beras lima kilogram yang bergambar foto pria yang saat ini menjadi bupati di sana.

Beras tersebut diperuntukkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19 atau Virus Corona.

Beras dengan foto seorang kepala daerah ini viral di media sosial dan tak sedikit yang beranggapan ada unsur politik.

Partai Koalisi Pemerintah Kritik Istana Soal Kartu Prakerja

Ternyata, kejadian serupa tidak hanya ditemukan di Kabupaten Ogan Ilir Semata.

Badan Pengawas Pemilu atau Bawaslu menemukan dugaan politisasi bantuan sosial bagi warga terdampak pandemi Covid-19.

Hal ini terjadi di sejumlah wilayah yang kepala daerahnya berpotensi mencalonkan diri kembali di pilkada serentak 2020.

"Iya, memang laporan dari teman-teman di daerah ada beberapa wilayah terjadi indikasi politisasi bansos.

Karena beberapa petahana yang berpotensi maju lagi, dalam bansos itu memang mengikutsertakan gambar mereka," kata Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo kepada kompas.com, Jumat (1/5/2020).

Ratna menyebut, indikasi politisasi bansos ini misalnya terjadi di empat daerah provinsi Lampung, yakni Kabupaten Pesawaran, Way Kanan, Lampung Tengah, Lampung Timur, serta Kota Bandar Lampung.

Lalu Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Juga Klaten, Jawa Tengah dan Sumenep, Jawa Timur.

Selain itu, peristiwa serupa juga terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Utara.

Apa Bacaan Zikir Sesudah Salat Tahajud, Bacaan Doa Sesudah Solat Tahajud & Tata Cara Sholat Tahajud?

"Kita di daerah mendapatkan peristiwa itu. Teman-teman di daerah masih terus melakukan penelusuran," kata Ratna.

Ratna menegaskan bahwa politisasi bansos ini jelas melanggar aturan.

Dalam pasal 71 ayat (3) UU Pilkada sudah diatur bahwa petahana dilarang membuat program atau kegiatan yang menguntungkan atau merugikan salah satu pasangan calon.

Meski demikian, ia juga mengakui Bawaslu belum bisa melakukan tindakan karena sampai saat ini belum ada pasangan calon

"Tapi kalau kita lihat dari etika, sangat tak beretika. Masa program pemerintah dimanfaatkan untuk politisasi. Harusnya kan tak perlu pakai foto kepala daerah, cukup lambang Pemda saja," kata dia.

Ratna menyebut untuk saat ini Bawaslu hanya bisa mengeluarkan imbauan kepada seluruh daerah agar tak memanfaatkan bansos untuk politisasi kepentingan pilkada 2020.

Anak-anak & Ibu Menyusui,Tidak Dikarantina jika Ketahuan tak Pakai Masker di Palembang,ini Alasannya

Namun Ratna memastikan jika pelanggaran nantinya masih terjadi setelah tahapan pilkada resmi dimulai, maka Bawaslu akan menindak tegas.

"Kalau sudah ada pasangan calon dan masih terjadi pasti itu ditindak," kata dia. Pilkada serentak 2020 akan digelar di 270 daerah.

Pemungutan sura harusnya berlangsung pada 23 September 2020. Namun, pemerintah akan menundanya menjadi 9 Desember 2020 akibat dampak wabah Covid-19.

Sementara itu, Sripoku.com ketika mengecek di aula Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Indralaya, rupanya beras kemasan lima kilogram dengan gambar Bupati Ogan Ilir tersebut memang ada.

Kemasannya plastik, dan cetakan gambar Bupati Ogan Ilir disertai ajakan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Sosial Ogan Ilir Irawan Sulaiman membenarkan adanya kemasan 5 kilogram bergambar Bupati tersebut.

Ia mengatakan, seharusnya bantuan yang diterima masyarakat dalam bentuk 10 kilogram.

 Hari Pertama Karantina di Asrama Haji, Ada yang Minta Pulang Ada yang Sebut Pengab Saat Pakai Masker

"Terkait beras kemasan 5 kilogram itu, yang kemasan 10 kilonya habis. Jadi pihak penyedia ada kantong 5 kilo, jadi saya pikir ga masalah. Jadi kalau isinya 5 kilo dia (masyarakat) nanti dapat 2 kantong, jadi tetap 10 kilo," ujarnya saat dikonfirmasi.

Sedangkan gambar Bupati Ogan Ilir yang ada di stiker dan kemasan beras 5 kilogram, ia menampik jika ada kepentingan politik mengingat Ilyas Panji Alam juga Calon Incumbent di Bumi Caram Seguguk.

Sebab saat ini, Ilyas masih merupakan Bupati aktif, ditambah lagi pelaksanaan Pilkada 2020 diundur.

"Kami tidak berfikir ke situ (politik), karena ini ada imbauan Bupati. Jadi di situ ada foto Bupati memakai pakaian dinas, bukan sebagai calon bupati," tambahnya.

Sebagian dari artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Bawaslu: Bansos Covid-19 Ditempeli Foto Petahana, Indikasi Politisasi"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved