Virus Corona
Terdapat Satu Daerah di Indonesia Hingga Kini Masih Terbebas dari Corona, Ternyata Punya Tips Khusus
Salah satu daerah di tanah air yang sampai saat ini tidak tersentuh virus corona ternyata pemerintah daerah setempat lakukan ini
Penulis: Tria Agustina | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM - Pandemi virus corona di tanah air sudah menjangkiti 2 bulan lamanya.
Hingga saat ini kasus terkonfirmasi virus corona di Indonesia sebanyak 9.511 orang, 773 orang yang meninggal serta total 1.254 orang sembuh.
Ternyata ada 1 daerah di Indonesia yang hingga saat ini tidak tersentuh virus Corona atau covid-19.
Daerah ini sangat sulit untuk dijangkau dan Pemerintah Daerah (Pemda) setempat ternyata mempunyai cara khusus untuk mencegah virus Corona atau covid-19 masuk ke wilayahnya.
Salah satunya, pemerintah di sana menutup sejumlah pintu akses masuk ke daerah itu.
Nama daerah itu adalah Kabupaten Mamberamo Raya di Papua.
Dikutip dari wikipedia, Kabupaten Mamberamo Raya adalah salah satu kabupaten di provinsi Papua, Indonesia.
Ibukota kabupaten ini terletak di Burmeso.
Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Sarmi dan Kabupaten Waropen, berdasarkan UU No. 19 Tahun 2007 yang disahkan pada tanggal 15 Maret 2007.
Menurut data BPS provinsi Papua, jumlah penduduk kabupaten Mamberamo Raya pada tahun 2017 berjumlah 22.313 jiwa dengan kepadatan 0,94 jiwa/km².
• Foto Kim Jong Un Terbaring di Peti Mati Beredar, Benarkah Pemimpin Korut Meninggal? Ada yang Janggal
Penutupan Akses Pintu Masuk
Selain karena akses menuju daerah tersebut yang sulit, pemerintah setempat juga telah melakukan berbagai hal dalam mencegah masuknya virus corona.
Penutupan sebanyak 8 pintu masuk ke Kabupaten Mamberamo Raya.
Penutupan tersebut dikhususkan untuk arus lalu lintas manusia, di masing-masing pintu masuk juga telah ditempatkan tujuh personel gabungan yang terdiri dari tim kesehatan dan aparat keamanan.
Mengantisipasi wabah virus corona, delapan pintu masuk ke Kabupaten Mamberamo Raya, Papua, yang merupakan jalur sungai ditutup.
Sebanyak delapan titik yang dimaksud adalah, Barapasi, Kowiyai, Warembori, Yayateba, Yabagusa, Dabra, Rofaer, dan Burmeso.
Penutupan tersebut dikhususkan untuk arus lalu lintas manusia. Kebijakan ini sesuai kesepakatan bersama yang dibuat oleh seluruh pemerintah daerah di Papua.
"Pintu masuk seluruhnya ada delapan titik (ditutup) hanya bisa untuk pengiriman alat pelindung diri (APD)," ujar Bupati Mamberamo Raya Dorinus Dasinapa, di Jayapura, Senin (27/4/2020) dikutip dari Kompas.com.
• Pesan Jubir Penanganan Kasus Covid-19 di Sumsel, Belanja Bukoan di Pasar Harus Jaga Jarak
Mamberamo Raya terletak di jantung daerah aliran sungai (DAS) Mamberamo dan dialiri oleh sungai-sungai besar, seperti Sungai Tariku (Sungai Rouffaer) yang mengalir dari barat ke timur, dan Sungai Taritatu (Sungai Idenburg) yang mengalir dari timur ke barat.
Kedua sungai tersebut bergabung menjadi satu dan menjadi Sungai Memberamo yang mengalir ke arah utara membelah Pegunungan Foja-Rouffaer.
Sebagian besar jalur penghubung antar kampung, bahkan antar distrik, harus menggunakan moda transportasi air karena sebagian besar kawasan Mamberamo Raya adalah jalur sungai dan rawa.
Untuk mencapai Mamberamo Raya, bisa melalui Kabupaten Sarmi, Waropen, Yapem yang seluruhnya harus menggunakan jalur laut. Dasinapa menjelaskan, pemkab berkeyakinan saat ini daerahnya masih bebas dari virus corona karena akses yang cukup sulit untuk masuk ke ke Mamberamo Raya.
• TERNYATA 15 Negara di Dunia Ini Masih Nol Virus Corona,Turkmenistan adakan Acara Bersepeda Massal
Siapkan APD
Pemkab Mamberamo Raya tetap melakukan antisipasi dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 8 miliar untuk membeli alat pelindung diri (APD) dan juga rapid test.
"Sementara kita sudah siapkan Rp 8 miliar, itu yang kita buat beli alat kesehatan, itu untuk tahap awal berupa pencegahan," kata Dasinapa.
Dasinapa mengakui pada proses penganggaran, pihak eksekutif harus mengambil keputusan sendiri karena situasi saat itu membutuhkan langkah cepat dan butuh waktu untuk mengumpulkan Tim Anggaran DPRD Mamberamo Raya yang saat itu tersebar.
Menurut dia, berdasarkan arahan Gubernur Papua, pejabat daerah yang berada di Jayapura atau di liar tempat dinasnya, tidak lagi diperbolehkan kembali ke wilayahnya hingga mata rantai penyebaran virus corona bisa diputus.
Hal itu juga yang akhirnya mendasari Pemkab Mamberamo Raya memutuskan secara sepihak realokasi anggaran Rp 8 miliar untuk upaya pencegahan virus corona.
• Foto Kim Jong Un Terbaring di Peti Mati Beredar, Benarkah Pemimpin Korut Meninggal? Ada yang Janggal
Siapkan Personel Kesehatan & Keamanan
Sementara Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Mamberamo Raya Deden Sumantri mengatakan, di masing-masing pintu masuk, telah ditempatkan tujuh personel gabungan yang terdiri dari tim kesehatan dan aparat keamanan.
Hal tersebut bertujuan agar tim bisa memastikan tidak ada lagi arus masuk bagi lalu lintas manusia ke Mamberamo Raya.
"Kami ingin wilayah kami tetap hijau," kata Deden.
Ada tiga program yang ditekankan Pemkab Mamberamo Raya dalam penanganan Covid-19, yaitu penanganan kesehatan, jaring pengaman ekonomi, dan jaring pengaman sosial. Deden menjalsakn, anggaran Rp 8 miliar untuk penanganan corona masih bersifat sementara.
Jumlahnya masih akan berubah bergantung pada perkembangan situasi, selain itu proses realokasi APBD belum tuntas.
Saat ini salah satu fokus Gugus Tugas selain pengadaan alat kesehatan adalah pemenuhan bahan pokok bagi masyarakat. Selama ini, sebagian besar bahan pokok di Mamberamo Raya masih berasal dari Jayapura dan harus dikirim melalui jalur laut dan sungai.
"Pemenuhan kebutuhan pokok masih terus dilakukan dengan mendistribusikan bahan pokok melalui Jayapura. Namun, ada kendala dalam hal moda tranportasi karena kapasitas kapal yang ada sangat terbatas," kata dia.
Deden menyebut saat ini hanya ada KM Lestari Permai yang mampu mengangkut barang hingga 250 ton.
Namun, karena ukuran kapal tidak terlalu besar, maka ada keterbatasan kubikasi.
Untuk proses pengiriman dari Jayapura hingga ke Distrik Manberamo Hilir memerlukan waktu perjalanan hingga tiga hari.
Karenanya untuk pulang-pergi dibutuhkan waktu sepekan.
"Tetap kita usahakan bahan pokok secara rutin tiap minggu kita kirim. Selain itu, kita juga berharap dari pedagang ikut membantu pemerintah menyediakan bahan pokok," kata Deden.
Hingga Rabu (29/4/2020), terdapat 177 kasus positif virus corona di Provinsi Papua. Kasus-kasus tersebut tersebar di 11 kabupaten/kota dan Mamberamo Raya tidak masuk di dalamnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mamberamo-raya-1.jpg)