Siti Menangis dan Minta Maaf Karena Usir Tiga Perawat

Video saat mereka berkemas-kemas dan pergi meninggalkan tempat indekos itu kemudian diunggah di akun resmi Instagram milik RSUD Bung Karno.

DOK ALBERT INILAH
Ilustrasi tim medis saat menangani pasien Covid-19 

JAKARTA, SRIPO -- Siti Mutmainah, bidan pemilik indekos di Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, meminta maaf lantaran telah mengusir tiga perawat RSUD Bung Karno (RSBK) Solo dari rumah indekos miliknya. Tak hanya kepada tiga perawat yang diusirnya itu, Siti juga meminta maaf kepada kepala di tempat kerjanya, Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) hingga seluruh masyarakat.

“Mohon maaf sebesar-besarnya atas pemberitaan media sosial maupun media sehingga membuat masyarakat menjadi tidak enak,” kata Siti saat jumpa pers di kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Selasa (28/4).

Sebelumnya tiga perawat RSUD Bung Karno, yakni Siska, Intan, dan Rahma diusir dari indekos milik Siti lantaran dikhawatirkan menyebarkan virus corona. Video saat mereka berkemas-kemas dan pergi meninggalkan tempat indekos itu kemudian diunggah di akun resmi Instagram milik RSUD Bung Karno, Senin (27/4) dan langsung viral.

Rahasia Sembuh Perawat RS Siloam dari Covid-19, Nonton Film Lucu Hingga Konsumsi Putih Telur

Positif Covid-19 dalam Kondisi Hamil, Perawat RS Siloam Sriwijaya Ini Ungkap Rahasianya Bisa Sembuh

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mendengar kabar itu kemudian langsung menelepon ketiga perawat itu, “Tadi langsung saya telepon ketiganya, alhamdulillah semuanya sudah aman karena sudah dijemput pihak rumah sakit. Karena itu rumah sakit baru, jadi ada banyak ruangan kosong yang bisa dipakai untuk mereka sementara,” kata Ganjar, Senin (27/8).

Tak hanya kepada ketiga perawat tersebut, Ganjar juga menelepon Siti. Bidan pemilik indekos itu pun menangis dan meminta maaf. Saat ditelepon Ganjar, Siti mengaku ketakutan suaminya tertular lantaran tiga perawat bertugas di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19.

“Saya telepon pemiliknya, dia nangis-nangis dan minta maaf. Bahasanya dia tidak mengusir, hanya takut suaminya tertular. Saya heran kenapa bisa begitu, padahal si ibu pemilik indekos ini adalah bidan,” kata Ganjar.

Di sisi lain Siti berdalih meminta tiga perawat itu pergi dari indekosnya karena ia memiliki suami yang sedang sakit. Dia pun sudah meminta maaf saat ketiga perawat tersebut dijemput ambulans.

“Saat itu kami keluarga diwakili bapak, sudah berterima kasih dan meminta maaf kepada anak-anak kos dan dari pihak manajemen RS Bung Karno. Jadi tidak ada maksud kami mengusir. Kami sudah bilang ke anak-anak untuk keamanan bersama, cari tempat yang lebih aman buat mereka,” tutur Siti.

Menurut Siti kejadian tersebut berawal dari dirinya yang mendapatkan informasi dari Kepala Puskesmas tempat dirinya bekerja bahwa RSUD Bung Karno sekarang tidak melayani pasien rawat jalan, akan tetapi khusus pasien yang terinfeksi COVID-19. Malangnya kabar tersebut didengar oleh suaminya, Totok Suharto. Totok mengalami ketakutan dan kepanikan sehingga kemudian meminta istrinya, Siti untuk memberikan imbauan kepada teman-teman perawat untuk pindah ke tempat yang lebih aman demi keamanan bersama.

“Jadi kami memberikan WA kepada anak-anak tersebut dan tidak ada pemaksaan dan tidak ada pengusiran, kami sudah berusaha berbicara baik-baik,” ujarnya. “Dengan berat hati kami minta mbak-mbak untuk pindah ke tempat yang lebih aman untuk keamanan bersama dan balasannya, iya bu gak papa nanti barangnya kami ambil. Jadi tidak ada pemaksaan, terus dia tidak mau itu gak,” jelas Siti.

Halaman
123
Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved