Berita Palembang
Ustad Pimpinan Pondok di Palembang ini Ungkap Rahasia Dahsyat Puasa Daud
Guna merangkul jemaah untuk memahami dan mengamalkan puasa daud, Pimpinan Pesantren Aulia Cendekia Drs KH. Hendra Zainuddin
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Guna merangkul jemaah untuk memahami dan mengamalkan puasa daud, Pimpinan Pesantren Aulia Cendekia Drs KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I mengajak komunitas Puasa Daud untuk mensosialisasikan Website http://www.hebatnyapuasadaud.com/.
"Siapa yang ingin belajar, silahkan buka website ini. Puasa yang terbaik setelah Ramadan adalah puasa daud.
Sehari puasa sehari idak, itu amalan yang baik. Bertawashullah dengan amal solehmu. Misalnya kalau bersedah, Ya Allah aku sedekah dengan ini biar sakit aku hilang," ungkap saudara kembar Ketum KONI Sumsel dan Manajer Sriwijaya FC, H Hendri Zainuddin SAg SH kelahiran Palembang 4 Desember 1973 kepada Sripoku.com.
Ketua Umum Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS) periode 2005-2008 mengatakan amalan ini telah ditulisnya dalam buku Keajaiban dan Kedahsyatan Puasa Daud (tahun 2011).
Menurutnya amalan apapun yang dilakukan bisa jadi perantara permohonan kepada Allah SWT.
Komunitas puasa Daud yang sudah berijazah sudah ada 1.000 se-Indonesia.
Yang sudah mengunjungi website ini ada 140 ribu pengunjung.
• Curi Kamera SLR, Pelaku dan Penadah Diciduk Aparat Polsek Tanjung Raja
• Palembang Zona Merah,Aktivitas Warga di Kambang Iwak Terpantau Sepi, tapi Masih Ada Warga Olahraga
"Diluncurkannya website ini dengan harapan bisa bermanfaat. Dulu saya bikin 1.000 buku. Setelah saya lihat buku tidak bisa menjangkau seluruh dunia. Makanya diputuskan lewat website bisa menjadi pustaka orang/akademisi.
Sekarang di-pdf-kan lebih memudahkan. Kecanggihan teknologi ini untuk syiar beragama. Tidak ada kata kunci lain lagi meringankan beban kita. Selain banyak beribadah mendekatkan diri kepada Allah," terang Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyah PW NU Sumatera Selatan (2010-2015)
Buku berjudul Hebatnya Puasa Daud ditulis setelah ustad Hendra mengalami sendiri, selama kurang lebih tiga tahun, menjalankan puasa Daud ini.
Selama tiga tahun menjalankan puasa Daud banyak kejadian-kejadian luar biasa yang tak pernah dibayangkan selama ini.
Beberapa diantaranya, dimudahkan oleh Allah SWT semua urusan duniawi dan limpahan rezeki yang banyak dari sumber yang tidak terduga.
"Allah akan memberikan rezeki yang tak terduga, solusi, dosa dosa diampuni. Termasuk solusi corona ini, dengan beribadah.
Puasa Daud adalah salah satu bentuk puasa sunnah yang tidak banyak dikerjakan dan dikenal manusia. Padahal
puasa Daud adalah puasa yang paling dicintai Allah," jelas ustad yang menamatkan Strata Dua (S-2) di bidang Manajemen Pendidikan Islam IAIN Raden Fatah Palembang.
Diterangkannya, apabila dilihat dari fungsional dan waktu pelaksanaannya, maka puasa Daud itu sangat cocok dan baik buat kehidupan modern seperti saat ini.
• Pendapatan Menurun, Ivan Gunawan Rela Jual Peyek & Jual Mobil Demi Gaji Karyawan, Sosok Ini Disindir
• Sosok Misterius Ri Sol Ju, Istri Kim Jong Un dari Kalangan Elit, Cantik & Mulus, Sempat Dirahasiakan
Di mana, segala sesuatu sulit diramalkan karena kondisi dapat berubah sewaktu-waktu. Makanan dan minuman serba instan (junkfood). Kecanggihan teknologi informasi dan komunikasi membuat segala sesuatu menjadi sangat dekat, dan dunia
terasa sempit.
Kehidupan modern seperti ini menuntut kecepatan, kecermatan, dan akurasi yang tinggi dalam pekerjaan dan keprofesionalannya.
Karenanya, tidak jarang kondisi yang demikian ini melahirkan tekanan dan persaingan hidup yang
ketat, serta kehidupan yang sangat rawan dengan konflik, baik konflik sosial maupun konflik personal.
Sehingga, bagi manusia yang daya imunitas imannya lemah, kondisi yang demikian ini dapat membuatnya stress dan depresi, bahkan melakukan kemaksiatan.
Jika puasa Daud dikerjakan secara istiqamah lagi mudawamah, maka kemaksiatan akan tercegah dengan sendirinya.
Kebiasaan buruk yang sebelumnya dikerjakan setiap hari akan teratasi dengan dikerjakannya puasa Daud,
yang sehari puasa sehari tidak.
Sehingga hasil dari puasa Daud ini, dapat merealisasikan apa yang yang disabdakan Rasulullah SAW.
Ketika puasa Daud ini telah menjadi tradisi, maka akan memiliki kekuatan dalam menomorsatukan Allah Ta’ala, kejujuran, dan keikhlasan.
Sehingga darinya terbentuk pribadi yang jauh lebih tenang, emosionalnya stabil, nafsu perut dan birahinya terkendali, dan hatinya tercerahkan dengan kesadaran bahwa Allah Swt selalu mengawasinya.
"Untuk itu, sudah saatnya puasa sunnah Daud dipahami dan diamalkan dengan pola out bond ruhaniah.
Sehingga hasilnya benar-benar optimal, yakni melahirkan manusia mulia, tidak mengeluh, dan tidak putus asa untuk terus berusaha berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi umat manusia," pungkas ustad asal Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir.
• Momo Geisha Tampil Cantik Sederhana dengan Hanya Mengenakan Kaos, Hal Ini Malah Jadi Sorotan!
• Fakta Identitas Asli Millendaru Terungkap, Pakaian Sholat Keponakan Ashanty Jadi Kunci, Masih Pria?
Sekilas tentang Drs KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I, yang menempuh pendidikan Sekolah Dasar SD 100 (tamat tahun 1986).
Ia melanjutkan pendidikan di MTs II (tamat tahun 1989). Kedua lembaga ini berada di kota Palembang.
Kemudian putra kedua pasangan Drs. Zainuddin Thalib dan Hj. Rukmini memperdalam ilmu agama di pondok pesantren Al-Amien Prenduan Sumenep Madura (tamat tahun 1994).
Selanjutnya ia menempuh studi di perguruan tinggi. Untuk jenjang pendidikan Strata Satu (S-1) di Fakultas Ushuluddin (tamat tahun 2000). S
ementara jenjang Strata Dua (S-2) dengan konsentrasi di bidang Manajemen Pendidikan Islam (tamat tahun 2004). Keduanya merupakan lembaga Pendidikan IAIN Raden Fatah Palembang.
Sejak masih muda, ia sangat konsen dengan kehidupan dunia pesantren. Di usia 22 tahun, ia telah berani mendirikan pondok pesantren yang bernama “Pondok Pesantren Inayatullah Gasing” yang sampai saat ini masih diamanahkan menjadi Pembina di pesantren tersebut.
Pada tahun 2007, Drs KH. Hendra Zainuddin, M.Pd.I mendirikan pesantren Khusus Tahfizul Qur’an, yakni Pesantren Aulia Cendekia Palembang.
Di tengah kesibukannya di pesantren, ia juga pernah memimpin organisasi pesantren, yakni Ketua Umum Forum Pondok Pesantren Sumatera Selatan (FORPESS) periode 2005-2008.
Dan saat ini ia juga menjadi Ketua Rabithah al-Ma’ahid al-Islamiyah PW NU Sumatera Selatan (2010-2015) dan Pembina Dewan Pemuda Pondok Pesantren Sumatera Selatan.
Disamping aktif di dunia pesantren dan lembaga social keagamaan, ia aktif menulis dan telah menelorkan beberapa buku yang di antaranya: Qiyam al-Lail dan Pendidikan Kejiwaan (2005), Auflarung Manajemen Pesantren (2007), Keajaiban dan Kedahsyatan Puasa Daud (2011), dan Untukmu Wanita Sriwijaya: 99 Kata Pencerahan (2011).
Selain itu ia juga aktif menulis di kran media cetak Sumsel dan menjadi narasumber pada kegiatan seminar dan pelatihan. (Abdul Hafiz)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/pimpinan-pesantren-aulia-cendekia-drs-kh-hendra-zainuddin-mpdi.jpg)