Breaking News:

Ramadan 2020

MUI Palembang Sarankan Masyarakat Sholat Tarawih di Rumah, Bukan di Masjid dengan Shaf Berjarak

Menurut Ketua MUI Kota Palembang, Drs HM Saim Marhadan mengatakan hal tersebut tidaklah benar. Masyarakat tidak boleh melaksanakan ibadah di mesjid

SRIPOKU.COM/DOKUMEN
Ketua MUI Kota Palembang, Drs Hm Saim Marhadan 

Laporan wartawan SRIPOKU.COM, Bayazir Al Rayhan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Puasa ramadhan 1441 Hijriah tahun ini berbeda seperti biasanya, pasalnya pada puasa tahun ini masyarakat dihadapkan dengan pandemi covid-19.

Dengan adanya pandemi covid-19, masyarakat diimbau untuk tidak melaksanakan ibadah sholat (Salat, sesuai KBBI) di masjid baik sholat lima waktu, sholat jumat, dan sholat tarawih, guna memutus mata rantai penyebaran covid-19.

Akan tetapi di sejumlah mesjid yang ada di Kota Palembang masih didapati melaksanakan ibadah sholat tarawih ditengah pandemi covid-19.

Pelaksanannya pun terlihat berbeda dengan biasanya karena pada pelaksanaan tarawih ini, masyarakat yang melaksanakan sholat tarawih di mesjid terlihat berjarak dan tidak merapatkan barisan shaf sholat.

Menurut Ketua MUI Kota Palembang, Drs HM Saim Marhadan mengatakan hal tersebut tidaklah benar. Masyarakat tidak boleh melaksanakan ibadah di mesjid dengan memaksa menjaga jarak shaf.

"Menurut hadis rasulullah Sholat itu lurus dan rapat, tidak boleh berjarak, itu tidak boleh menjaga jarak saat sholat, lebih baik kita melaksanakan tarawih di rumah daripada melaksanakan tarawih tapi berjarak" kata Saim

Menurutnya masyarakat yang melaksanakan ibadah sholat tarawih di mesjid dengan melakukan jarak terlalu memaksakan kehendak.

"Masyarakat itu memaksakan diri untuk melaksanakan sholat di mesjid, kita ikuti saja tidak mungkin ulama, pemerintah akan mengajak kita ke neraka," kata Saim

Ia juga mengimbau dan mengajak masyarakat untuk mengikuti imbauan dari pemerintah dikarenakan kota Palembang sudah masuk ke dalam zona merah covid-19

"Kita ikuti saja imbauan pemerintah, karena palembang ini semakin hari semakin parah covid-19 dan dikatakan zona merah karena penularannya dari kita sendiri istilahnya transmisi lokal," lanjut Saim.

Dikatakannya jika masyarakat mengikuti aturan dari pemerintah tentunya penangan penyebaran covid-19 akan cepat selesai dan masyarakat bisa melaksanakan ibadah seperti biasa lagi.

"Kalau kita sudah mengikuti aturan dari pemerintah insyaallah tidak lama lagi virus corona ini akan pergi dan kita bisa melaksanakan ibadah seperti biasa lagi," kata Saim.

Penulis: Bayazir Al Rayhan
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved