Virus Corona di Sumsel

Mayoritas Tenaga Medis di Sumsel Terpapar Covid-19 Karena Standar APD Rendah, IDI Minta Pasien Jujur

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang, Dr.dr Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM mengatakan,sebagian besar tenaga medis di Sumsel positif

Tayang:
Penulis: maya citra rosa | Editor: Yandi Triansyah
Sripoku.com/ Antoni
Ilustrasi Virus Corona di Sumsel 

Laporan Wartawan Sripoku.com Maya Citra Rosa

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Palembang, Dr.dr Zulkhair Ali, SpPD, KGH, FINASIM mengatakan,sebagian besar tenaga medis di Sumsel positif Covid-19 karena rendahnya Alat Pelindung Diri (APD).

Oleh karena itu, Zulkhair meminta agar pasien yang melakukan pemeriksaan di klinik, puskesmas, atau rumah sakit, untuk lebih jujur terhadap kondisi dirinya sendiri, supaya kemungkinan tertular dan menularkan dapat dicegah.

“APD menjadi permasalahan Indonesia bahkan dunia, yang mana biasanya tenaga medis di klinik atau puskesmas hanya melindungi diri dengan alat seadanya, hambatan APD yang mahal dan juga kejujuran masyarakat yang masih kurang,” ujarnya dalam live meeting zoom, Senin (20/04/2020).

Covid-19 Tersebar Hampir di Seluruh Palembang, Hanya 2 Kecamatan ini Belum Terpapar Virus Corona

 

KSAD Jenderal Andika Perkasa Ternyata Punya Ayah Berprofesi Sama di Militer, Intelijen Pertama Dunia

Menurut dia, saat ini terdaftar lebih dari 1000 tenaga medis di Sumsel yang secara langsung maupun tidak langsung yang ikut melakukan penanganan Covid-19.

Sebagian besar kata dia, tenaga medis tersebut berada di tempat-tempat yang kemungkinan dapat tertular karena kelengkapan APD yang rendah.

Selain itu, masyarakat tidak perlu khawatir dengan adanya dokter atau perawat yang positif Virus Corona.

Karena sesuai SOP, tenaga medis tersebut akan melakukan isolasi, baik secara mandiri maupun di rumah sakit, tergantung seberapa tingginya tingkat gejala yang ada.

“Mereka tidak akan merawat pasien lagi, jangan khawatir, mereka akan menarik diri untuk melakukan isolasi diri,” ujarnya.

Oleh karena itu, sudah satu bulan terakhir, para dokter sudah menjaga jarak dengan pasiennya, bukan karena takut atau menghindari pasien, namun hal ini mencegah adanya penularan, dengan standarnya tenaga medis menggunakan APD lengkap, dan pasien untuk memakai masker.

Perum Bulog Cabang Lahat Jual Gula Rp 12.500 Per KIlogram, Warga Dibatasi Beli Dua Kilogram

 

PDP Corona  Asal Samarinda Mengamuk di Rumah Sakit Karena Tolak Isolasi

Ketua Tim PIE RSMH dan Juru Bicara Satgas pencegahan dan Penangulangan Covid-19. dr. Zen Ahmad,Sp.P juga mengatakan jumlah dokter yang menangani Covid-19 di Sumsel sangat banyak, hampir seluruh rumah sakit saat ini melayani, dan lima rumah sakit rujukan Covid-19 di Sumsel sudah menjalankan fungsinya dengan merawat pasien positif Covid-19.

“Kita bahkan ada 42 rumah sakit second line, dimana lebih dari 300 dokter yang ikut menangani Covid-19 di Sumsel,” ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved