Breaking News:

Apakah Mencium atau Memeluk Istri Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan? Berikut Penjelasannya

Apa hukumnya, Mencium atau Memeluk Istri apakah bisa Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan? bisakah membatalkan atau kurangi pahala?

Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Apakah Mencium atau Memeluk Istri Membatalkan Puasa di Bulan Ramadhan? Berikut Penjelasannya 

Seperti hadist berikut ini:

Sebab, bagaimana pun Puasa bukan sekadar meninggalkan makan serta minum, tetapi juga meninggalkan syahwat dan godaan lainnya:

Rasulullah SAW bersabda: “(orang yang berpuasa) meninggalkan syahwatnya dan makannya karena Aku.” (Shahih HR. Muslim)

2. Hukumnya Makruh

Lantas bagaimana sebaiknya, apakah boleh atau lebih tidak usah dilakukan alias berjaga-jaga.

Maka Dalam "Shiyam dan Shaum (Puasa Berganda) yang ditulis oleh Quraish Shihab, maka makna shiyam adalah menahan diri, baik dari makan, minum, dan maupun hubungan seks demi karena Allah sejak terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.

Maka dia menyebutkan jika Berciuman, dapat dikatakan kurang etis, karena kita justru melakukan tindakan yang "berbahaya", dan bukan menahannya, artinya baginya tidak kuat maka bisa saja batal karena menimbul hawa nafsu.

Hal itu akan sangat berbeda dengan Nabi Muhamamd SAW yang memang memiliki iman yang kuat dan merupakan utusan Allah SWT.

Maka itulah, Dalam perkara "Mencium Istri Ketika Puasa", para ulama menggolongkan ciuman sebagai makruh dalam puasa, sebab bisa menimbulkan membangkitkan syahwat (Al-Majmu’ Syarh Muhaddzab, VI. 354, Mughni al-Muhtaj, I, 431-436).

Maka terdapat dua pendapat dalam hal ini:

Yakni  bisa digolongkan sebagai makruh tahrim (makruh yang jika dilakukan mendapatkan dosa) atau makruh tanzih (jika dilakukan tidak mendapatkan dosa).

Namun, dengan melihat perilaku ini sebagai makruh, maka langkah terbaik adalah berusaha menghindarinya dan menahan.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved