Kezhaliman

“Kezhaliman Berbungkus Ibadah”

Praktek beragama yang paling berbahaya adalah s seseorang meyakini per­bu­atan­nya sebagai ibadah yang di ‘mata’ Tuhan adalah sebuah kezhaliman

“Kezhaliman Berbungkus Ibadah”
ist
H. John Supriyanto

Oleh : H. John Supriyanto  

Penulis adalah dosen Ilmu Al Qur’an dan Tafsir UIN Raden Fatah dan Sekolah Tinggi Ilmu Al Qur’an (STIQ) Al-Lathifiyyah Palembang

Praktek beragama yang paling berbahaya adalah ketika seseorang meyakini per­bu­atan­nya sebagai ibadah yang ternyata di ‘mata’ Tuhan adalah sebuah kezhaliman.

Bagai­ma­na tidak. Kezhaliman model ini kerapkali dilakukan tanpa sadar dan menjadi ke­biasaan.

Bisa jadi pelakunya dan orang yang terlibat di dalamnya merasa bahwa ia su­dah melakukan sebuah kebaikan.

Padahal, di balik semua itu ternyata ia telah menanam ke­burukan dan berbuat aniaya terhadap orang lain. Ironisnya, kebiasaan seperti ini juga terkadang diwariskan yang kemudian mentradisi kuat dalam kehidupan masyarakat.

Ka­rena sudah menjadi tradisi, maka hal ini seringkali dipandang sebagai sesuatu yang ba­ik dan bernilai ibadah. Niat hati membangun keshalihan, rupanya yang didapat ber­ni­lai keburukan.

 Ya, kezhaliman yang dibungkus ibadah.

Zhalim adalah bahasa agama yang begitu familiar, mudah dimengerti namun agaknya su­lit dipahami.

 Dalam “Lisan al-‘Arab” disebutkan bahwa asal maknanya adalah “wa­dh’u asy-syai’ fi ghair maudhu’ih” atau “menempatkan sesuatu tidak pada tem­pat­nya”.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved