Virus Corona di Sumsel

Dampak Corona di Sumsel, PT KAI Tutup Rute KA Kertapati-Tanjung Karang dan Kertapati-Lubuk Linggau

Sebelumnya, pada tanggal 30 Maret 2020 kemarin, PT KAI juga telah melakukan penghenitan operasional KA dengan rute Kertapati-Prabumulih.

SRIPOKU.COM/YANDI TRIANSYAH
Ilustrasi: Dua penumpang kereta api memasuki gerbong di Stasiun Kertapati Palembang, Kamis (15/6/2017). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Anisa Rahmadani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Per 1 April 2020 lalu PT KAI Cabang Palembang telah menutup perjalanan menggunakan kereta api rute Kertapati-Tanjung Karang dan Kertapati-Lubuk Linggau.

Hal itu disampaikan langsung oleh Humas PT KAI Divre III Palembang Aida Suryanti melalui telepon, Jumat (17/4/2020).

Aida Suryanti menjelaskan, ditutupnya sementara jalur kereta api selain mendukung program pemerintah dalam pencegahan penularan virus corona atau covid-19, juga karena penurunan jumlah penumpang terus terjadi sejak adanya virus corona tersebut.

Pasien tak Jujur saat Berobat, 46 Tenaga Medis Termasuk Dokter Spesialis Swab Positif Covid-19 OTG

Seorang Bidan di Palembang Positif Covid-19, Bagaimana dengan Puskesmas Tempat Ia Kerja?

Seorang Bidan di Palembang Positif Covid-19, Namun Suaminya yang Sudah Meninggal Dinyatakan Negatif

"Iya kita tutup sementara per 1 april kemarin mbak, karena untuk mencegah virus covid-19 dan emang penurunan penumpang pun kita alami jadi kita putuskan untuk tutup sementara," terangnya.

Menurutnya juga okupansi penumpang hanya sekitar15 - 20%.

Hal ini pertama kalinya terjadi dalam PT KAI Cab Palembang ini.

Sebelumnya, pada tanggal 30 Maret 2020 kemarin, PT KAI juga telah melakukan penghenitan operasional KA dengan rute Kertapati-Prabumulih.

Lantaran pada saat itu Prabumulih menurut info yang ia dapatkan akan menjadi zona merah sehingga penghentian tersebut dilakukan.

"Iya awalnya cuman rute Kertapati-prabumulih, karena dari info yang beredar di online kota tersebut akan menjadi zona merah saat itu," terangnya.

Ini Hukum dan Syarat Mengganti Sholat Jumat dengan Sholat Zuhur di Rumah, Cegah Penyebaran Covid-19

Sumsel Berduka Pasien Berusia 77 Tahun Meninggal Dunia Setelah Positif Corona Dimakamkan Malam Ini

Kronologi Pasien Berusia 77 Tahun Meninggal Karena Corona Seorang Dokter, Tim Selidiki asal Virus

Halaman
12
Penulis: anisa rahmadani
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved