Virus Corona di Sumsel
Cegah Corona, Selain Wajib Masker, Penumpang LRT Palembang Dilarang Pegang Benda di Dalam Kereta Api
Light Rail Transit (LRT) Sumsel sudah menerapkan Physical Distancing kepada penumpang yang akan naik moda transportasi ini.
Penulis: anisa rahmadani | Editor: Refly Permana
Laporan wartawan Sripoku.com, Anisa Rahmadani
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Light Rail Transit (LRT) Sumsel sudah menerapkan Physical Distancing kepada penumpang yang akan naik moda transportasi ini.
Di tempat duduk, sudah dibubuhi tanda silang, dimana penumpang tidak diperkenankan untuk duduk terlalu berdekatan.
Selain itu, penumpang juga diwajibkan memakai masker, dimana jika tidak dilakukan tidak diperbolehkan naik meski sudah membeli tiket.
• Aturan Longgar Pemerintah Bisa Buat Gelombang Kedua Corona, Kata Ahli Usai Ramadhan Ini Terjadi
Pantauan di lapangan Rabu (15/4/2020), tepatnya di LRT Bumi Sriwijaya, aturan tersebut benar-benar diterapkan petugas yang bertugas di lapangan.
Terlihat, seluruh karyawan sudah memakai masker dan sarung tangan tanpa terkecuali.
Bukan hanya itu, setiap karyawan yang hendak mulai bekerja pun harus dicek suhu tubuhnya oleh petugas kesehatan di LRT tersebut.
Selain karyawan, masyarakat yang hendak menggunakan jasa LRT wajib menggunakan masker.
Jika tidak menggunakan masker masyarakat tidak boleh menggunakan jasa LRT.
Selain itu, sebelum penumpang membeli karcis, penumpang pun diwajibkan untuk mengecek suhu tubuh terlebih dahulu.
Jika suhu tubuh tinggi ataupun penumpang sedang tidak sehat, seperti batuk, maka penumpang diberi layanan cek kesehatan gratis oleh tim kesehatan LRT.
• Nasib Ribuan Mahasiswa Indonesia di Mesir Tidak Bisa Memenuhi Kebutuhan Harian, Imbas Lockdown
Bukan hanya dari keamanan di luar saja, di dalam LRT pun, tempat duduknya para penumpang diberi tanda silang per dua bangku menggunakan lakban merah.
Yang artinya penumpang tidak boleh duduk berdekatan. Selain itu di dalam kereta pun berkali kali diperingatkan untuk tetap mencuci tangan dan tidak menyentuh benda apapun selama di dalam kereta.
"Selamat datang di KRL dengan tujuan akhir Jakabaring, selamat pagi kami segenap karyawan ingin mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan Anda.
Selain itu, kami mengimbau agar tidak menyentuh benda apapun selama di dalam atau di luar area kereta untuk kepentingan kesehatan Wong Kito Galo.
Jika sudah turun dari kereta mohon kiranya anda langsung menggunakan hand sanitizer di setiap pos LRT yang telah kami sediakan.
Sekian salam sehat dari kami," suara dari pengeras suara yang berada di dalam kereta tersebut.
• Bacaan Niat dan Tata Cara Salat Zuhur, Lengkap Syarat Sah Sunah serta Keutamaannya yang Luar Biasa
Menurut Eka (25), salah satu petugas keamanan di Stasiun LRT Bumi Sriwijaya, bahwa keamanan dan kebersihan yang diterapkan tersebut sudah sesuai dari anjuran atasan kepada seluruh karyawan.
Kini jam operasional KRL pun dimulai dari pukul 09.00 pagi hingga jam 17.00 sore.
Humas PT KAI Sumsel, Aida, membenarkan seluruh peraturan yang baru diterapkan seperti yang dijelaskan diatas.
Tujuannya, agar semua karyawan atau penumpang merasa nyaman dan setidaknya mencegah langkah awal terkena virus tersebut meskipun masih kemungkinan besar bisa terkena.
"Supaya mereka merasa aman dan nyaman juga saat naik LRT. Walaupun ini langkah standar pemerintah, setidaknya kita sudah melakukan pencegahan awal untuk terkena virus itu," terangnya.
Diakhir wawancara ia beharap agar masyarakat tetap mengikuti aturan protokol dari pemerintah selama ada keperluan di luar rumah.
"Saya harap mereka yang memang ada keperluan di luar rumah untuk mengikuti aturan dari pemerintah jangan menganggap enteng virus ini," tutupnya.