Breaking News:

Berita Banyuasin

Saluran Sungai Dipenuhi Sampah, Jalan Padat Karya Desa Bengkuang Banyuasin Banjir 1 Meter

Hujan mengguyur Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, membuat akses Jalan Padat Karya digenangi air setinggi satu meter

Penulis: Mat Bodok | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/Mat Bodok
Warga terpaksa menandu kendaraan motor agar bisa melintasi banjir yang menggenangi jalan Padat Karya Desa Bengkuang Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin Sumsel. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN - Hujan mengguyur Desa Bengkuang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin, membuat akses Jalan Padat Karya Desa Bengkuang, digenangi air setinggi satu meter, Sabtu (11/4/2020) kemarin.

Menurut informasi warga, hujan seharian membuat jalan penghubung desa ke desa digenangi air hujan.

Kendaraan sepeda motor dan mobil tidak bisa melintas karena air setinggi 1 meter tersebut menghalangi kendaraan lewat.

"Jalan Padat Karya di Desa Bengkuang kondisi sekarang banjir," kata Adam warga Suak Tapeh yang penyebabnya saluran sungai tertutup sehingga air tidak lancar mengalir.

Masih kata Adam, banjir ini membuat akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan.

"Motor tak bisa melintas sehingga harus diturunkan ke rumah warga," tutur Adam yang meminta pertolongan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuasin, untuk bantuan perahu karet bagi ibu - ibu dan anak yang lintas.

ISTRI Wawako Prabumulih Positif Corona atau Covid-19, tak Sengaja saat Medical Check up di Palembang

Belum Ada Obatnya, Tubuh Gadis 7 Tahun Ini Berubah Jadi Batu

Guna Memutuskan Penyebaran Virus Corona atau Covid-19, Umat Nasrani Lakukan Ibadah di Rumah

Sementara itu, Staf Khusus Pemkab Banyuasin bagian publikasi media, Syaifuddin Zuhri, Minggu (12/4/2020) mengatakan, terkait banjir yang melanda Jalan Padat Karya Desa Bengkuang, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD yang sekarang lagi fokus menangani wabah virus Corona (Covid-19).

Bisa jadi, beber Syaifuddin, banjir disebabkan karena gorong - gorong atau saluran air di sisi kanan dan kiri tertutup sampah kayu hutan. Sehingga menyebabkan saluran air buntu karena tersumbat sampah.

Namun, hingga kini pihak pemerintah desa belum melaporkan situasi terkini baik banjir maupun pencegahan Covid-19 secara tertulis.

"Terimakasih informasinya, segera akan dikoordinasikan kepada BPBD dan dinas kesehatan untuk mengantisipasi tergenangnya pemukiman warga," tandas Syaifuddin yang akan menurunkan tim kesehatan agar segera membuka posko kesehatan di lokasi banjir.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved