Hukum dan Perubahannya

Keberadaan Hukum dan Perubahannya Di Indonesia

Kata kebudayaan berasal dari kata bahasa Sanskerta : buddhayah, yakni jamak dari kata buddhi yang bermakna budi dan akal.

SRIPOKKU.COM/DERYARDLI
Albar Sentosa Subari SH.MH, Ketua Pembina Adat Sumsel. 

Keberadaan Hukum dan Perubahannya

 SRIPOKU.COM --Hukum merupakan bagian dari kebudayaan. Kata kebudayaan berasal dari kata bahasa Sanskerta : buddhayah, yakni jamak dari kata buddhi yang bermakna budi dan akal.

Menurut Ketua Dewan Pembina Adat Sumatera Selatan Albar S Subari kepada Sripoku.com Jumat (10/4) menjelaskan bahwa menurut Koentjaraningrat (1954:9) mengatakan kata kebudayaan sebagai hal ihwal yang berpaut dengan budi dan akal.

Kesemuanya oleh Ki Hadjar Dewantara dirangkum oleh beliau bahwa makna kebudayaan adalah buah dari budi manusia.

Yaitu buatan dari manusia baik benda batin maupun benda lahir yang timbul karena kematengan perasaan budi manusia, yakni buah dari kecerdasan berpikir, kehalusan perasaan serta serat kehendak .

Salah satu bentuk buatan manusia yaitu berupa hukum baik tertulis maupun tidak tertulis.

Hukum tumbuh dan berkembang bagaikan aliran air sungai yang mengalir dari hulu samlai ke hilir.

Hukum merupakan bagian dari nilai nilainya etika yaitu terdapat pada ujud sistem budaya, antara lain

berupa perasaan hukum, kesadaran hukum, asas asas hukum dan kaidah kaidah hukum.

Kesadaran hukum dan asas asas hukum adat serta kaidah kaidah sosial yang pada saatnya mengujudkan masyarakat hukum adat merupakan cita cita gagasan dan konsep dari para warganya.

Halaman
123
Penulis: Salman Rasyidin
Editor: Salman Rasyidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved