Striker Sriwijaya FC Pastikan Kuku Kaki 100 Persen Fit, Siap Ditunjuk Starting Eleven

Pesepakbola kelahiran Biak (Papua) 15 Juli 1990 ini sendiri menyatakan selalu siap tampil setiap laga. Meski pada akhirnya siapapun

sripoku.com/abdul hafiz
Striker anyar SFC, Mario Albertho Aibekob 

Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Belum diturunkan dalam starting eleven saat melawan PSIM pada laga perdana kompetisi Liga 2, diakui striker Mario Albertho Aibekob salah satunya lantaran hasil operasi kuku kakinya belum 100 persen fit.

"Waktu itu (pas jelang laga perdana) kuku kaki bekas operasi dicabut masih ada rasa rasa. Barangkali takut kena benturan. Sekarang sudah 100 persen siap. Mesti serius latihan biar dapat kesempatan," ungkap Mario.

Pesepakbola kelahiran Biak (Papua) 15 Juli 1990 ini sendiri menyatakan selalu siap tampil setiap laga. Meski pada akhirnya siapapun yang diturunkan semua pemain wajib mendukung.

"Kalau pribadi saya sudah siap tampil setiap laga. Mau dipasang atau tidak pada laga itu kita harus siap. Makanya harus fokus. Pasti positive thingking dan selalu siap. Saya pribadi belum ada kesempatan saat lawan PSIM kemarin. Intinya siapapun yang diturunkan kita mendukung. Satu untuk kemenangan untuk kita semua," ujar pesepakbola yang bercita-cita jadi pengacara di masa pensiun dari dunia sepakbola nanti.

Para Pelatih Kecewa Soal Jadwal Terbaru French Open 2020, Penyelenggara Dianggap Tak Miliki Simpati

Kabar Duka Dari Ketua KPK Firli Bahuri

Penundaan Olimpiade Akibat Virus Corona Meninggalkan Masalah Arus Keuangan Bagi IPC

Bapak satu anak bernama Mikeyla (4 tahun) buah pernikahan dengan Elya yang diajaknya tinggal bareng ngontrak di Perumahan Kompleks OPI ini mengaku tetap berlatih meski tengah libur kompetisi lantaran wabah virus corona.

"Kalau dilanjutkan kompetisi, pastinya lawan juga pasti mempersiapkan diri. Jadi kita harus lebih siap karena kedepan akan lebih berat lagi. Melihat lawan PSIM kemarin ada beberapa kali peluang. Cuma belum beruntung. Bisa lebih dari 3 golnya," kata Mario yang mengidolakan Cristian Gonzales.

Sebenarnya Mario merupakan salah satu striker potensial yang direkrut tim berjuluk Laskar Wong Kito.

Musim 2019 lalu, pemain kelahiran Biak Numfor 15 Juli 1990 merupakan mesin gol milik Martapura FC. Catatannya juga terbilang lumayan baik.

Meski hanya direkrut jedah pertengahan musim, bomber 29 tahun itu menyumbang 7 gol untuk membawa Martapura FC lolos hingga babak 8 besar Liga 2.

Harusnya Dibangun Bulan Ini, PSSI Pesimis Pembangunan Stadion Piala Dunia U-20 2021 Selesai Ontime

Empat Buruh Gudang di Perumahan Griya Bintang Mulia Diamankan di Polsek IB I Palembang

Klub Premier League Pertama Yang Menolak Bantuan Pemerintah dan Umumkan Pemotongan Gaji Pemain

Halaman
12
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: adi kurniawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved