Berita Muba

Dodi-Thia Bagikan Masker Kain, Manfaatkan Penjahit Lokal, Siapkan 1 Juta Masker untuk Masyarakat

Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada membagikan secara langsung masker kain di Jalan Kolonel Wahid Udin Sekayu Muba S

SRIPOKU.COM/Fajeri
Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada ketika membagikan masker kain, Senin (6/4/2020) sore. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYU—Langkah cepat Pemerintah Kabupten Musi Banyuasin (Muba) dalam membagikan 10 ribu masker kain telah terlaksana.

Dimana Bupati Muba Dr H Dodi Reza Alex bersama Ketua TP PKK Muba Thia Yufada membagikan secara langsung masker kain di Jalan Kolonel Wahid Udin Sekayu Muba Sumsel, Senin (6/4/20) sore.

 “Alhamdulillah, hari ini sebanyak 10 ribu masker kain telah kita bagikan kepada masyarakat Kabupaten Muba. Pembagian masker kain ini diperuntukkan bagi Orang Dalam  Pantauan (ODP) dan masyarakat yang saat ini melakukan aktifitas di rumah saja,”kata Bupati Muba, Dr H Dodi Reza Alex disela pembagian masker.

Dijelaskannya, ide tercetusnya penggunaan masker kain pertama kali ketika Bupati Muba pada satu minggu yang lalu mendapatkan video dari Scholavia dari dr Makson, pada video tersebut menjelaskan bahwa orang yang merasa sehat dan tidak ada gejala apapun bisa saja menelurkan Covid-19 kepada orang lain. 

“Video tersebut saya dapat dari Kepala RSUD Sekayu, terus saya tanya dengan Kepala RSUD Sekayu bahwa menggunakan masker sangat penting, kemudian saya berkomuniasi dengan Bu Thia soal pemanfataan masker kain langsung di respon oleh Ketua TP PKK Muba,”ungkapnya.

Menurutnya dalam pembuatan masker pihaknya telah mempersiapkan 30 persen dana dari APBD Muba dalam melakukan pencegahan dan penanganan Covid-19. Soal bahan kita beli dan kita stok untuk keperluan penting, menurutnya tidak tahu bencana Covid-19 ini kapan berakhir.

“Ini merupakan gerak cepat kita dalam menjaga Kabupaten Muba, salah satunya dengan memanfaatkan penjahit lokal dan dibagikan langsung kepada masyarakat secara langsung. 10 ribu masker menurut saya masih kurang kalau perlu 1 juta masker sangat visible untuk dilakukan,”kata Dodi.

Plafon dari 30 persen APBD Muba yang dananya mencapai Rp 500 M, sebagai contoh imasker ini salah satu kontribusi terkecil dari Pemkab Muba, pihaknya sudah melakukan dan akan kita laporkan ke DPRD Muba. “Ini masih belum, karena pada APBD Perubahan bisa saja dananya bertambah dalam pencegahan Covid-19,”jelasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Muba Thia Yufada mengajak masyarakat di desa untuk melakukan gerakan yang sama dalam membuat masker menggunakan kain. Karena banyak penjahit yang ada di desa sehingga bisa jauh lebih mudah.

“Sebagaimana kita ketahui masker kesehatan yang sering kita jumpai harganya sudah sangat mahal bisa sampi Rp 15 ribu hingga Rp 20 ribu. Penjahit yang kita gunakan merupakan penjahit yang semuanya berasal dari Kabupten Muba,”kata Thia.

Sejauh ini pihaknya telah merangkul 200 penjahit yang ada di Kabupaten Muba, BUMDES juga harus bisa proaktif dalam merangkul penjahit yang ada pada daerahnya masing-masing.

“Melalui gerakan masker kain ini kita bisa menekan penularan Covid-19 di Kabupaten Muba ini,”ungkapnya.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved