Buntut Pernyataan di Youtubenya Berjudul Luhut Uang,Uang & Uang,Said Didu Kirim Klarifikasi ke Luhut

Kalimat Said Didu yang dianggap menyudutkan Luhut dalam channel Youtubenya berjudul Luhut Uang, Uang dan Uang pada pekan lalu berbuntut panjang.

KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA
Muhammad Said Didu(KOMPAS.com/MURTI ALI LINGGA ) 

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Kalimat Said Didu yang dianggap menyudutkan Luhut dalam channel Youtubenya berjudul Luhut Uang, Uang dan Uang pada pekan lalu berbuntut panjang.

Bahkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Menhub Ad Interim Luhut Binsar Pandjaitan akan menuntut mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, atas pernyataan yang dianggap menyudutkan dirinya.

Kini Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu melayangkan surat klarifikasi kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Surat tersebut diketahui telah dikirim pada hari ini, Selasa (7/4/2020).

Surat klarifikasi itu berawal dengan kalimat Said Didu yang menyudutkan Luhut dalam channel Youtubenya berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang pada pekan lalu.

"Sudah tadi pagi (dikirim suratnya ke Luhut), jam 11," katanya seperti dikutip dari Kompas.com, Selasa (7/4/2020).

Tjahjo Kumolo Bocorkan Rahasia Sopir Hingga Menantunya Sembuh dari Virus Corona

 

Fakta Baru Gejala Terinfeksi Covid-19 Terlihat Warna Merah Pada Mata, Kenali Juga Tanda Lainnya

Berikut isi surat klarifikasi dari Said Didu ke Luhut dikutip dari akun Twitter @msaid_didu:

1. Video yang berjudul Luhut: Uang, Uang dan Uang di channel Youtube M. Said Didu adalah ulasan analisis prioritas kebijakan pemerintah dalam menangani pandemi corona (Covid-19).

2. Pernyataan saya bahwa Pak Luhut hanya memikirkan uang, uang dan uang merupakan rangkaian tidak terpisahkan dari analisis tersebut, yang maknanya adalah:

A. Bahwa kebijakan pemerintah saat ini lebih mengutamakan kebijakan penyelamatan ekonomi dibandingkan dengan kebijakan mengatasi dampak pandemi corona.

Halaman
12
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved