Berita Palembang

Tergoda Ikut Arisan tanpa Diundi, Uang Arisan Rp 12,3 Juta Milik Warga Kalidoni Palembang Ini Lenyap

Dia mengaku tertarik ikut arisan karena arisan itu tidak pakai sistem guncang (undi) tapi sistem terjadwal atau giliran.

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi uang arisan 
 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Seorang wanita berusia 28 tahun, warga Kecamatan Kalidoni Palembang Provinsi Sumatera Selatan, mengaku menjadi korban arisan.
Uang arisan senilai Rp 12,3 juta lenyap gara-gara tergoda ikut arisan.
Dia mengaku tertarik ikut arisan karena arisan itu tidak pakai sistem guncang (undi) tapi sistem terjadwal atau giliran.
Tapi saat giliran dia yang dapat, uang itu tidak dia dapatkan.
Dia mulai curiga ketika pada 14 Desember 2019 lalu, sekitar pukul 14.06 mengecek uang arisan di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank BRI Cabang Pusri, Kelurahan Sei Selayur, Kecamatan Kalidoni Palembang.
"Waktu itu saya hendak mengecek uang arisan saya sudah masuk atau belum.
Tapi pas saya cek uang arisan saya tidak ada.
Padahal saya dijanjikan akan mendapatkan uang arisan tersebut pada Desember 2019 lalu," ungkapnya melaporkan kejadian yang dialaminya ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang, Senin (6/4/2020) sekitar pukul 13.00.
Tidak hanya itu, pada Januari 2020 uang arisan juga tidak ada.
"Saya ikut dua nomor di arisan dengan jumlah peserta mencapai 22 orang.
Tapi uang arisan saya yang jadwalnya memang saya mendapatkannya malah tidak ada," katanya.
"Saya tidak terima dengan perbuatan dia," katanya.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Nuryono melalui Kepala SPKT Polrestabes Palembang, AKP Heri membenarkan adanya laporan mengenai penipuan hingga korban mengalami Rp 12,3 juta.
"Laporan sudah kita terima dan laporan polisi ini akan ditindaklanjuti oleh unit Reskrim Polrestabes Palembang," ujarnya. 
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved