Berita Palembang

Awalnya untuk Sendiri, Kini Warga Binaan Lapas Perempun Palembang Produksi Masker, Banjir Pesanan

15 orang Narapidana atau warga binaan di Lapas Perempuan kelas 2 A Jalan Merdeka Kota Palembang ini turut membuat masker baik untuk mereka sendiri

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/Anisa
15 orang Narapidana atau warga binaan di Lapas Perempuan kelas 2 A Jalan Merdeka Kota Palembang ini turut membuat masker baik untuk mereka sendiri ataupun untuk dijual kepada masyarakat Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - 15 orang Narapidana atau warga binaan di Lapas Perempuan kelas 2 A Jalan Merdeka Kota Palembang ini turut membuat masker baik untuk mereka sendiri ataupun untuk dijual kepada masyarakat Kota Palembang.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Lembaga Pemasyarakatan wanita Kelas II A Palembang Tri Anna Aryati melalui via telepon hari ini Minggu (5/4).

Menurutnya juga sudah lebih dari 1000 pcs masker yang laku sejak 3 minggu belakangan ini.

"Iya kita membuat masker ini awalnya kita sendiri kesulitan untuk membeli masker semua pada kosong jadi kita inisiatif untuk membuat masker," jelasnya.

Tambahnya lagi, sebelum adanya virus Covid-19 ini narapidana juga telah mempunyai kegiatan jahit menjahit, agar saat keluar narapidana memiliki keahlian untuk bekerja.

Mengetahui adanya kegiatan jahit menjahit tersebut sehingga pihaknya pun mempunyai ide untuk membuat masker.

Diceritakannya juga, pada awalnya masker tersebut hanya untuk dipakai para narapidana yang ada di Lapas.

Namun beberapa instansi pemerintah melihat kegiatan tersebut. Sehingga beberapa instansi pun membeli masker hasil buatan narapidana.

" Awalnya cuman mau make untuk kita sendiri karena kita sulit cari masker, tapi beberapa instansi pemerintah lihat kegiatan ini jadi langsung dibeli mereka dan mereka pun memesan banyak dikita," jelasnya.

Beberapa instansi yang telah memesan masker kepada pihaknya pun seperti instansi pemerintah Kanwil, Pemda dan KemenKumHam.

Sementara dalam proses pembuatan masker tersebut dikerahkan hanya 15 orang narapidana yang memang pernah bekerja sebagai tukang jahit.

" Iya kita pilih soalnya ini kan udah tahap untuk dipasarkan atau dijual jadi tidak boleh mengecawakan hasilnya jadi adalah 15 orang napi yang kita kerahkan untuk menjahit,” ucapnya.

Sementara harga per 1 masker pun hanya Rp 8 ribu saja. Namun untuk saat ini diakuinya pihaknya sudah tidak menerima pesanan dulu, lantaran pesanan dari sebagian instansi tersebut belum terselesaikan.

Diakhir wawancara ia beharap agar virus Covid-19 ini segera berlalu. Dan ia pun berpesan kepada masyarakat yang memiliki anggota keluarga di lapas agar tetap tenang dan tidak khawatir.

Karena seluruh narapidana yang ada di lapas benar benar dijaga dalam kesehatannya oleh pihaknya.

" Saya beharap semoga virus ini cepat berlalu, terus saya berharap juga kepada masyarakat yang mempunyai anggota keluarga di lapas untuk tidak khawatir karena mereka semua sehat dan aman sampai saat ini," tutupnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved