Breaking News:

Mapala Palaspa Universitas PGRI Produksi Pelindung Wajah Untuk Dibagikan ke Petugas Medis

Mapala Palaspa Universitas PGRI Palembang memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) pelindung wajah untuk di bagikan gratis ke tenaga medis

SRIPOKU.COM/HO/Mapala Palaspa
Mahasiswa Mapala Palaspa Universitas PGRI Palembang sedang membuat pelindung wajah untuk dibagikan ke tenaga medis ditengah-tengah Virus Corona di Sumsel khususnya, Sabtu (4/4/2020). 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kebutuhan alat pelindung diri (APD), termasuk jenis face shield atau pelindung wajah bagi tenaga kesehatan semakin tinggi ditengah-tegah wabah Virus Corona di Sumsel khususnya.

Terlebih APD di tengah wabah Virus Corona ini mengharuskan bahu membahu membuat alat pelindung diri secara mandiri.

Berangkat dari situ Mahasiswa Pecinta Alam Universitas PGRI Palembang Palaspa memproduksi handmake alat pelindung diri (APD) pelindung wajah (face shield) untuk di bagikan gratis ke tenaga medis di fasilitas kesehatan atau Faskes tingkat pertama.

Ketua umum Mapala Palaspa Muhammad Alex Hendra mengatakan, selama bekerja dari rumah (Work From Home) anggota Mapala Palaspa tergerak untuk tetap berkarya dan menjadi bagian dari gerakan solidaritas dalam memerangi Covid -19 dengan membuat Alat Pelindung Diri ( APD).

Dikatakannya, dalam pembuatan pelindung wajah ini terbilang sangat mudah dan dengan biaya yang relatif murah, APD pelindung wajah ini nantinya akan disumbangkan ke tenaga medis tingkat pertama.

"Kita prioritaskan diberikan kepada tenaga medis di tingkat pertama, yang mana mereka merupakan garda terdepan dalam menghadapi wabah Covid-19" ujarnya disela-sela pembuatannya, Sabtu (4/4/2020).

Ditengah Wabah Virus Corona di Sumsel, PT Pertamina Berdayakan UMKM Mitra Binaan

Rapat Paripurna di Muba Tetap Berjalan, Dinkominfo Muba Fasilitasi Aplikasi Zoom Clouds Meeting

Jawaban Pasien Corona yang Sembuh, Hampir Semuanya Alami Gejala Ini, Covid-19 Bukan Virus Biasa!

Dana untuk memproduksi masker melalui donasi dari seluruh Anggota Mapala Palaspa, dimana dana terkumpul saat ini mampu untuk membuat 300 buah pelindung wajah.

Dalam proses pembuatannya, dirinya mengatakan berdasarkan inisiatif dari anggota yang melihat pemberitaan tentang cara pembuatannya face Shield atau pelindung wajah handmake, adapun bahan yang digunakan sangat mudah didapat mulai dari plastik mika, busa, karet dan doube tipe.

Selain memproduksi, pihaknya mengakui jika donasi yang didapat juga dapat membantu penjahit yang mana saat ini ditengah wabah virus Covid-19 mengalami penurunan pendapatan.

“Bedanya yang kita lihat di media sosial dan pemberitaan itu untuk melekatkan hanya menggunakan lem, masker yang kita produksi kita jahit,” ujarnya.

Dalam membagikan masker tersebut, seluruh anggota Mapala Palaspa yang berada di kampung halamannya untuk mendata puskesmas di daerahnya masing-masing terkait kebutuhan akan masker mika ini.

“Untuk saat ini sudah ada 2 Puskesmas dan Satu Rumah sakit yang sudah didata untuk disalurkan, tiap faskes tingkat pertama masing-masing mendapatkan 30 buah masker mika,” tuturnya.

Dirinya tidak menutup kemungkinan jika kedepannya akan terus memproduksi masker mika jika ada donasi dari masyarakat.

“Kita open donasi untuk masyarakat yang ingin membantu gerakan kita ini, untuk satu masker mika membutuhkan biaya kurang lebih Rp 10.000,” tutupnya.

Editor: adi kurniawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved