Breaking News:

Kompetisi Stop, Gini Cara Sekretaris PT SOM Berbagi Dampak Dari Virus Corona di Sumsel Khususnya

Paguyuban masyarakat perantauan Minang Palembang melalui Gerakan Peduli Warga SAS Palembang bagi sembako terhadap anggotanya yang ekonomi lemah

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: adi kurniawan
SRIPOKU.COM/Abdul Hafiz
Paguyuban masyarakat perantauan Minang Palembang melalui Gerakan Peduli Warga SAS Palembang bagi sembako terhadap anggotanya yang ekonomi lemah dampak dari Virus Corona di Sumsel Khususnya, Sabtu (4/4/2020). 

"Kita tahu dia berdagang termasuk ojol sejak wabah corona sekarang penghasilan mereka hilang. Semuanya disalurkan ke anggota yang tinggal di Rusun, Lemabang, Gandus, Bukit, Palimo, Plaju, 22 ilir, dan 19 Ilir," jelasnya.

Untuk diketahui nama Faisal Mursyid sulit dilepaskan dari klub kebanggaan Sumsel, Sriwijaya FC. Jajaran manajemen PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) berganti tetapi Faisal Mursyid masih tetap dipercaya untuk membantu mengurus Sriwijaya FC.

Kiat bekerja secara profesional merupakan kunci dari pria yang sekarang menjabat Corporate Secretary PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri).

"Awalnya ikut membantu Pak Bakti Setiawan (penggagas Tim SFC) membuat proposal pendirian atau take over Persijatim menjadi Klub Sriwijaya FC tahun 2004," ungkap Faisal Mursyid SH.

Kiprah sepakbola di Palembang, awalnya sebagai pengurus PS IPPSA Palembang tahun 1988 anggota Divisi Utama PS Palembang.

"Untuk Pekerjaan fokus sebagai Sekretaris Perusahaan Sriwijaya FC, namun selain itu juga aktif sebagai Pengurus Paguyuban BMKM, Gebu Minang, SAS Palembang dan Ketua Masjid Al Ukhuwah SAS Palembang, dll," kata Pria berdarah Minang kelahiran Palembang, 6 Juli 1966 ini.

Sebagai Sekretaris Perusahaan, alumni FH UMP Palembang mengatakan dirinya bertanggung jawab memanage operasional sekretariat, kebutuhan Direksi, berkomunikasi dengan Liga dan PSSI, menjadwal rapat dan berkomunikasi dengan pihak luar untuk kepentingan PT SOM.

Termasuk tugas mengupdate kontrak sesuai regulasi FIFA, berkomunikasi dengan FIFA apabila ada permasalahan atau case dengan pemain, intinya untuk kepentingan Sriwijaya FC.

"Pada masa kompetisi tahun 2018, memang merupakan ujian yg benar benar berat bagi manajemen Sriwijaya FC, namun manajemen tetap berkomitmen dan bertekad mengarungi kompetisi dengan menghadapi berbagai masalah tehnis dan non teknis," ujar Faisal yang sehari-hari berkantor PT SOM di Komplek Palembang Square, R 130 Palembang.

Bapak dua anak (Muhammad Fahmi Azis dan Felisha Myra Adelia) buah pernikahannya dengan Tuti Ariani SAg menyebut pengalaman bekerja diawali tahun 1985-1989 wiraswasta (Dagang), Tahun 1991-2003 jadi Staf Umum Mulia Group, Tahun 2004-2008 Sekretaris Eksekutif Sriwijaya FC.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved