Berita Palembang

Kompol Deni Triana Jabat Kapolsek IT 1 Palembang, Polwan Lulusan Akpol 2006 Ini Komitmen Berantas 3C

Baru beberapa hari bertugas menjadi Kapolsek IT 1 Palembang, Kompol Deni Triana yang menggantikan Kompol Edi Rahmat mengaku memiliki tanggung jawab

Tribun Sumsel
Kapolsek IT 1 Palembang Kompol Deni Triana 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Baru beberapa hari bertugas menjadi Kapolsek IT 1 Palembang, Kompol Deni Triana yang menggantikan Kompol Edi Rahmat mengaku memiliki tanggung jawab yang terbilang berat.

Hal ini, diakuinya terlebih wilayah hukum Polsek IT 1 Palembang yang memiliki wilayah yang cukup luas dan menjadi sorotan karena berada di tengah kota.

Lulusan Akpol tahun 2006 ini juga mengungkapkan, beban juga tidak terlepas karena Kapolsek sebelumnya bekerja sangat maksimal dan terbilang baik.

Sehingga, tidak mungkin ia mengabaikan atas apa yang telah diraih Polsek Kamboja selama ini.

"Saat dipercaya sebagai Kapolsek IT 1, saya sudah berpikir kinerja paling utama menekan kasus 3 C yakni curas, curat dan curanmor. Karena 3 C ini sudah menjadi penyakit di masyarakat. Memang, menghilangkan tidak mungkin, tetapi menekan harus dilakukan," kata ibu dua putra ini, Jumat (3/4/2020).

Mantan Kasubbag Renmin Biro SDM Polda Sumsel ini mengungkapkan, untuk menekan kejahatan 3C ia harus memaksimalkan kinerja anggotanya. Patroli terus digalakkan dan juga merespon secara cepat laporan dari masyarakat.

Deni juga mengungkapkan cara kerja di Polda dan Polsek pastinya berbeda. Di Polda, terbilang banyak waktu senggang untuk berkumpul bersama anak-anak. Tetapi, di Polsek lebih sedikit waktu bisa berkumpul bersama kedua anaknya.

Membagi waktu ketika bertugas sebagai Kapolsek terbilang susah, namun, ia berupaya agar tugas yang dipercayakan negara kepadanya tidak terbengkalai. Disisi lain, tugas sebagai seorang ibu juga tidak lepas.

"Saat dinas di Polda, bisa masak setiap hari untuk anak-anak. Sekarang, hanya bisa satu minggu sekali. Saya berpikir, meluangkan waktu saat sore menemui anak-anak dan menemani mereka. Selesai itu, harus kembali lagi ke kantor. Anak-anak sempat protes, tetapi setelah diberikan pengertian, akhirnya memahami tugas ibunya sebagai polisi," ceritanya.

Editor: Welly Hadinata
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved