Virus Corona di Sumsel

Bentuk Kepedulian Dosen Universitas Muhammadiyah Palembang Akan Wabah Covid-19, Ada APD untuk Dokter

Sejumlah dosen di UMP memberikan sumbangsih sebagai bentuk kepedulian akan wabah Covid-19.

sripoku.com/syahrul hidayat
Perwakilan dosen UMP saat menyalurkan APD ke RSMH Palembang sebagai garda terdepan. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Syahrul Hidayat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Aksi peduli tanggap Covid-19 terus mengalir di Palembang.

Kali ini, para dosen Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) yang beranggotakan Dr Bonita Hirza MPd, Dr Yetty Hastiana MSc, Dr Marhaini MT, Dra Ryhta Petrossky MSi, dan Jun Harbi PhD (Cand.).

Selain memberikan bantuan kepada para dokter sebagai garda terdepan berupa Alat Pelindung Diri (APD), juga produk dari hasil racikan tangan handal dosen UMP berupa sabun cair, hand sanitizer, dan cairan disinfektan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.

"Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi seluruh lini kehidupan dan penghidupan akibat mewabahnya virus yang sampai saat ini belum ditemukan vaksin dan obatnya," jelas Dr Yetty Hastiana MSc, salah satu inisiator gerakan ini yang didampingi Dr Boni, Kamis (2/4/2020).

Lagi - Naik Rp 26.000, Harga Emas Antam Jumat 3 April 2020 Jadi Rp 944.000 Per Gram

"Sabun cair, hand sanitizer, dan cairan disinfektan ini kami buat sendiri dan kami bagikan ke masyarakat yang membutuhkan, yang terpaksa masih harus keluar rumah untuk bekerja mencari nafkah," tegas Dr Yetty.

Untuk penyaluran Alat Pelindung Diri (APD), langsung diserahkan bagi tenaga medis di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang yang saat ini sedang berjuang di garda terdepan dalam merawat pasien yang terpapar Virus Corona.

Penerimaan bantuan dari tim aksi peduli diterima langsung oleh Tim Kesehatan Penanggulangan Covid-19 dan resident dari Department ThT dan Penyakit Dalam RSMH Palembang.

Diantaranya dr. Ferry Yusnizar sp.PD-KKV, dr Rizky Indrina Pratiwi, dr Reza, dan dr Aji Kusumo.

Walaupun kegiatan ini tergolong kecil, namun diharapkan dapat memberikan dampak yang besar dan luas.

Bisa menjadi memantik jiwa gotong royong, sehingga masyarakat yang lebih beruntung dapat bekerja tanpa harus keluar rumah, menerima gaji bulanan secara rutin dapat berbagi untuk saudara-saudara kita yang lain, yang harus keluar rumah untuk mendapatkan uangari hasil kerja harian.

Hasil Rapid Test Negatif, Bupati Morowali Utara Meninggal Dunia,Dimakamkan Prosedur Pasien Covid-19

"Gerakan ini paling tidak menunjukkan bahwa kita bersaudara, kita akan bersama mengalahkan Virus Corona yang telah mewabah di lebih dari 200 negara dan angka positif Virus Corona di Sumsel yang mengalami peningkatan," kata Dr Bonita Hirza MPd.

Rombongan ini berkomitmen untuk melanjutkan gerakan yang dianggap positif sebagai bentuk preventif penyebaran dan memutus rantai penularan virus.

"Kegiatan ini akan dilakukan secara berkala dengan terus menggandeng berbagai pihak. Semua pihak tentu berharap pandemi ini cepat berakhir dan kita dapat beraktivitas seperti biasa. Bersama kita bisa," ujar dosen yang sering dipanggil Uni Boni ini.

Penulis: Syahrul Hidayat
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved