Berita Muba

Sopir Rental dari Lampung ini Gelapkan 9,5 Ton Sawit di Muba

Sawit yang seharusnya ia antar ke PKS PT.SMB, namun di tengah perjalanan tersangka berubah pikiran dan malah menjualnya ke RAM PT. EWF di Dusun Pau

SRIPOKU.COM / Fajeri Ramadhoni
Jajaran Polsek Tungkal Jaya berhasil menangkap tersangka pengelapan buah sawit, Kamis (2/4/2020) 

Laporan Wartawan Sripoku.com, Fajeri Ramadhoni

SRIPOKU.COM, SEKAYURiski Saputra Diningrat (22) sopir rental dari Lampung, gelapkan buah kelapa sawit sebanyak 9,5 ton.

Sawit tersebut milik PT SMB yang beroperasi di Kabupten Musi Banyuasin (Muba).

Sawit yang seharusnya  ia antar ke PKS PT.SMB, namun di tengah perjalanan tersangka berubah pikiran dan malah menjualnya ke RAM PT. EWF di Dusun Pau Desa Simpang Tungkal Kecamatan Tungkal Jaya.

“Ya, kita mendapatkan laporan dari pihak perusahaan bahwa telah terjadinya penggelapan buah sawit sebanyak 9,5 ton.

Mendapatkan informasi tersebut kita langsung melakukan penyelidikan,”kata Kapolsek Tungkal Jaya, IPTU Rudin, Kamis (2/4/20).

Persebaran ODP Corona di Pagaralam, Kecamatan Dempo Utara Terbanyak, Total Kini 48 ODP

 

Nikahi Anak 7 Tahun, Ini Deretan Kontroversi yang Dilakukan Syekh Puji, Hartanya Capai 70 Miliar

“Tersangka menjual sawit yang dibawa ke perusahaan lain, selesai melakukan penggelapan buah sawit tersangka langsung pergi dan meninggalkan kendaraan tersebut dihalaman RAM PT. EWF.

Pihak perusahaan curiga sawit yang diangkut tak kunjung sampai, setelah dilakukan penelusuran mobil tersebut berada di perusahaan lain sedang terparkir,”ungkapnya.

Tim reskrim Polsek Tungkal Jaya yang mendapati keberadaan tersangka langsung melakukan koordinasi dengan Mapolres Way Kanan Lampung.

Tersangka Riski berhasil ditangkap di Provinsi Lampung, Selasa (31/3/20).

Pada saat diamankan tersangka tidak melakukan perlawanan.

“Saat ini tersangka telah diamankan di Polsek Tungkal jaya guna pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, akibat penggelapan tersebut, perusahaan mengalami kerugian mencapai kerugian sebesar Rp.15 juta, tersangka dikenakan Pasal 372 Kuhpidana,”jelasnya.

Imbas Corona Banyak Warga Nganggur,Sejumlah Desa Larang Bank Hingga Debt Collector Tagih Hutang

 

Belum Ada Larangan Untuk WNI yang Datang Meski dari Negara yang Sudah Ada Kasus Corona

Sementara, Terangka Riski mengakui semua perbuatan yang dilakukannya lantaran desakkan ekonomi sehingga ia melakukan penggelapan.

“Tidak ada niat lain pak saya butuh uang jadi sawitnya saya jual ke perusahaan lain,”ujarnya singkat.

Penulis: Fajeri Ramadhoni
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved