Virus Corona di Sumsel

Jika Ada PDP Positif, Sumsel belum Bisa Umumkan Hasilnya, Gub Sumsel Herman Deru Beberkan Alasannya

Untuk memastikan bahwa informasi mengenai Virus Corona atau Covid-19 yang beredar tersebut benar atau tidak maka perlu konfirmasi yang berwenang.

SRIPOKU.COM / ODI ARIA SAPUTRA
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan keterang pers kepada awak media terkait perkembangan kasus Virus Corona di Sumsel, Selasa (24/3/2020) 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Informasi terkait pasien yang positif Covid-19 atau Virus Corona di Sumatera Selatan (Sumsel) terkadang tersebar luar di media sosial, meskipun belum ada pengumuman resmi dari pihak berwenang.

Untuk memastikan bahwa informasi mengenai Virus Corona atau Covid-19 yang beredar tersebut benar atau tidak maka perlu konfirmasi yang berwenang.

Namun dalam prakteknya untuk mendapatkan kebenaran informasi terkait Covid-19 ataupun seputar Virus Corona cukup sulit dan melalui proses yang cukup lama. 

Prakiraan Cuaca BMKG di Kota Palembang Hari Ini, Kamis 2 April 2020, Waspada Hujan Lokal

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan bahwa yang punya hak untuk menyampaikan yang positif Covid-19 itu pusat.

Setelah diumumkan oleh pusat, barulah ke daerah. 

"Perlu saya jelaskan beberapa hari lalu memang kita sudah diijinkan untuk mengoperasionalkan BBLK Palembang.

Tapi hak mengumumkan yang positif belum diberikan, kalau yang negatif boleh," kata Herman Deru saat diskusi online melalui aplikasi Zoom, Rabu (1/4/2020).

Lebih lanjut ia mengatakan, namun sebagai tangung jawab dalam pengelolaannya maka melalui Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Sumsel menginformasikan langsung Kadinkes Kabupaten/Kota. 

Jadi jika di Kabupaten/Kota itu ada yang positif Covid-19 atau Virus Corona langsung diinfoin melalui Kadinkes Sumsel ke Kadinkes Kabupaten/Kota.

Tujuannya  agar segera ditracing individu yang positif tersebut. 

Prakiraan Cuaca BMKG di Kota Palembang Hari Ini, Kamis 2 April 2020, Waspada Hujan Lokal

"Maka yang perlu saya tekankan bahwa kita tidak punya hak mengumumkan yang positif sebelum diumumkan pusat. Jadi pusat dulu baru daerah," tegasnya.

Herman Deru pun menambahkan, terkait maraknya diperbincangkan tentang lockdown.

Bahwa istilah tentang lockdown atau karantina, isolasi mandiri, dan lain-lain, bahwa setiap kelompok masyarakat seperti RT, RW di tingkat kecamatan boleh isolasi lokal tapi dengan seijin gubernur. 

"Jika ternyata wabahnya tidak terkendali dan buat masyarakat resah bisa buat isolasi mandiri. Lalu terkait soal pendanaan untuk Covid-19 ini, kita dapatkan dari realokasi beberapa angggaran. Totalnya ada Rp 120 miliar," bebernya.

Herman Deru pun mengimbau, bagi donatur yang ingin membantu agar tidak menerima tunai, tapi dalam bentuk barang seperti APD, rapid test dan lain-lain.

Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved