Breaking News:

Dampak Longsor di Desa Kemu Ulu, Aktivitas Lalu Lintas di 3 Kecamatan di OKU Selatan Lumpuh

Guyuran hujan lebat yang terjadi di wilayah OKU Selatan mengakibatkan terjadi longsor susulan di Desa Kemu Ulu Kecamatan Pulau Beringin OKU Selatan.

Penulis: Alan Nopriansyah | Editor: Refly Permana
sripoku.com/alan
Longsor dengan ketebalan hingga 5 meter dan panjang 20 meter tersebut menutupi seluruh badan jalan penghubung Desa Kemu Ulu menuju sejumlah Desa di Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Sungai Are, dan Sindang Danau, Rabu (1/4/2020). 

Laporan Wartawan Sripoku.com Alan Nopriansyah

SRIPOKU.COM, MUARADUA - Guyuran hujan lebat yang terjadi di wilayah OKU Selatan mengakibatkan terjadi longsor susulan di Desa Kemu Ulu Kecamatan Pulau Beringin OKU Selatan Rabu (1/4/2020).

Sebelumnya, di lokasi ini sempat terjadi longsor pada sepekan lalu.

Matetial longsor berupa tanah dan semak-semak menimbun badan jalan diperkirakan terjadi Rabu, pukul 04.00 WIB dinihari.

Bberuntung kejadian di waktu pengendara sedang sepi melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

Tak Sanggup Hadapi 2 Begal, Tukang Ojek di Palembang Ini Kehilangan Motor, Pisau Sudah di Perut

Kendati demikian, longsor dengan ketebalan hingga 5 meter dan panjang 20 meter tersebut menutupi seluruh badan jalan penghubung Desa Kemu Ulu menuju sejumlah Desa di Kecamatan Pulau Beringin, Kecamatan Sungai Are, dan Kecamatan Sindang Danau.

Camat Pulau Beringin, Putra, menyampaikan sementara alat berat belum tiba di lokasi dilakukan pembersihan secara manual oleh penduduk sekitar.

"Alat berat belum sampai di lokasi, saat ini kendaraan roda dua telah dapat melintas namun untuk kendaraan mobil masih belum bisa,"ujar Putra, Rabu (1/4/2020).

Ditambahkannya, saat ini warga dan perangkat Desa Kemu Ulu dan di Bantu TNI-Polri tengah berjibaku untuk kembali membuka akses jalan raya agar tidak menghambat lalu lintas.

Wabah Corona, Ponpes Al-Ittifaqiah Indralaya Terapkan Karantina Lokal, Wali Santri Dilarang Masuk

"Alat belum tiba, sementara saat ini perangkat Desa dan warga dibantu TNI-Polri sedang berusaha membersihkan material secara manual," ungkap Putra.

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved