Bercucuran Air Mata, Ibu Ini Ungkap Anaknya Trauma Pasca Diperkosa 2 Tahun Lalu, Mana Keadilan?

Sepasang suami istri mendatangi Polda Sumsel untuk meminta kejelasan kasus pemerkosaan yang dilaporkan dua tahun silam.

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
Ilustrasi pemerkosaan 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sudah melapor dan meminta bantuan kemana-mana, namun kasus pemerkosaan yang dialami anak pasangan suami isteri (Pasutri) As (54) dan Sn (52) tak kunjung ada keputusan.

Sejak dilaporkan di Polsek Makarti Jaya Banyuasin, Kamis (2/8/2018) lalu hingga saat ini masih menggantung.

Hingga akhirnya, Pasutri ini demgam didampingi Ketua RT mendatangi Polda Sumsel untuk mengadu mengenai kasus pemerkosaan yang dialami AA.

Jangan Paranoid, Batuk atau Demam bukan Serta Merta Covid-19, Terpenting Pelajari Riwayat Perjalanan

Terlebih, AA hingga sekarang masih trauma dan tekanan psikis yang berat.

Bila ada yang mengungkapkan hal tersebut di depan AA, maka AA akan langsung menangis dan kejang-kejang.

"Aku sama suami mau meminta bantuan dengan siapa lagi.

Sudah banyak yang kami datangi, tetapi setelah menangani kasus anak kami ini di pertengahan jalan malah stop.

Apa karena kami orang tidak mampu, sedangkan keluarga pelaku orang berada. Jadi keadilan untuk kami tidak ada," kata Sn dengan bercucuran air mata ketika ditemui di Mapolda Sumsel, Senin (30/3/2020).

Penderitaan mereka juga tak lepas disitu saja, Pasutri ini harus pindah dari rumah mereka lantaran mereka tidak kuat dengan gunjingan tetangga atas kasus yang dialami anak mereka.

Terlebih, ketika itu anak mereka selalu menjadi bahan olokan di lingkungan tempat tinggal. Karena hal itu, mereka harus pindah ke Palembang.

Deretan Artis Tanah Air Ini Meninggal di Usia Muda dengan Cara Tragis, No 7 Berduka Hingga se-Asia

Halaman
12
Editor: Refly Permana
Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved