Tetap Gelar All England 2020 di Tengah Virus Corona, BWF Ditunding Hanya Pikirkan Uang

Tetap Gelar All England 2020 di Tengah Virus Corona, BWF Ditunding Hanya Pikirkan Uang

Editor: adi kurniawan
BWF BADMINTON
BWF BADMINTON Pebulu tangkis tunggal putri Thailand, Pornpawee Chochuwong, mengembalikan kok ke arah Akane Yamaguchi (Jepang) pada babak perempat final Indonesia Open 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2019). 

Tetap Gelar All England 2020 di Tengah Virus Corona, BWF Ditunding Hanya Pikirkan Uang

SRIPOKU.COM -- Federasi Bulu Tangkis Dunia ( BWF) dituding hanya hanya mementingkan uang karena tetap menghelat All England 2020 di tengah makin meluasnya pandemi Virus Corona.

Pesona The Minions Pikat Ganda Putri Asal Jepang, Juara All England 2020 Tersipu Saat Foto Bareng

berlangsung di Birmingham, Inggris pada 11-15 Maret silam.

Dikutip dari Antaranews.com, sejumlah pemain mengecam tetap terselenggaranya All England dua pekan lalu.

All England 2020 menjadi salah satu turnamen kelas dunia terakhir yang tetap dilangsungkan di tengah meluasnya pandemi Virus Corona.

Pebulu tangkis India Saina Nehwal menuding alasan finansial lebih dipentingkan dalam penyelenggarakan All England 2020.

2 Laga Wakil Indonesia di All England 2020 Masuk Dalam 5 Laga Terbaik Pilihan BWF

Pelatih tim Badminton India Pullela Gopichand menyebut tetap berlangsungnya All England 2020 sebagai "keputusan yang salah".

HS Prannoy, salah seorang pemain India yang menolak mengikuti turnamen itu berkata bahwa "mereka cuma mempedulikan uang".

Adapun pemain Denmark, Mads Conrad-Petersen mengatakan bahwa dia khawatir dan malu All England dimainkan dalam kondisi di bawah standar normal.

Sekretaris Jenderal BWF Thomas Lund menyerang balik kritik yang ia sebut "sangat mengecewakan".

"Sangat mengecewakan melihat beberapa anggota komunitas bulu tangkis berspekulasi terhadap kejujuran dan motif BWF sepanjang masa krisis ini," kata Lund dalam sebuah surat terbuka seperti dikutip dari AFP, Jumat (27/3/2020).

Thomas Lund menegaskan, keputusannya melanjutkan turnamen yang merupakan salah satu yang terbesar musim ini didasarkan dari nasehat terbaik saat itu.

Menurut sejumlah laporan, seorang anggota timnas Taiwan positif terjangkit Virus Corona sekembali dari turnamen itu.

Turnamen-turnamen bulu tangkis sudah dihentikan sementara, tapi All England tetap diadakan.

"Perhatian nomor satu kami selalu kesehatan dan keselamatan semua peserta kami," kata dia.

Praveen/Melati Tertinggi, Berikut Daftar Hadiah Wakil Indonesia di All England 2020

"Namun saat bersamaan, kami sungguh menyesal atas pembatalan turnamen-turnamen dan aliran karena dampak ini terhadap para pemain dan pemain kini mungkin ada dalam posisi menganggur sementara dan kehilangan pendapatan," ujar Lund menambahkan.

Namun, Lund membela diri dengan mengatakan bahwa sulit membuat keputusan dalam situasi yang tak bisa diduga di mana saran dan langkah pemerintah berbeda dari satu negara ke negara lainnya.

"Ini bukan hanya dihadapi BWF, tetapi hampir semua otoritas di seluruh dunia," kata dia.

"Namun demikian kami memastikan BWF telah membuat keputusan sebaik-baiknya saat itu dan dengan motif tulus melindungi baik kesehatan maupun mata pencaharian semua peserta," ucap dia lagi.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved