Jika Batal Uang Jemaah Haji Dikembalikan

Dipastikan, Kemenag update kepada pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini.

kompas.com
Fachrul Razi 

JAKARTA, SRIPO -- Kementerian Agama (Kemenag) memastikan akan mengembalikan dana para calon jemaah haji. Hal ini dilakukan, bila penyelanggaraaan haji tahun ini batal dilaksanakan.

Dipastikan, Kemenag update kepada pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji tahun ini. Dua skenario disiapkan untuk pelaksanaan haji, tetap diselenggarakan atau batal.

“Kemenag terus mengikuti dan memantau perkembangan kebijakan Pemerintah Arab Saudi terkait penyelenggaraan haji, termasuk perkembangan pembatasan ibadah yang dilakukan Saudi di dua kota suci, Makkah dan Madinah. Kita juga menyiapkan mitigasi kalau pelaksanaan ibadah haji dibatalkan Pemerintah Arab Saudi,” kata Menteri Agama Fachrul RaziJumat (27/3).

Menag memastikan persiapan layanan haji terus berjalan. Terkait pengadaan layanan akomodasi, transportasi darat, dan katering. Namun, sesuai surat dari Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi, pembayaran uang muka lahijriahyanan dan penerbangan belum dilakukan. Pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH) dipastikan juga masih berjalan.

Hingga kemarin, 83.337 jemaah yang sudah melakukan pelunasan. Untuk tahap awal, pelunasan Bipih akan berlangsung hingga 30 April 2020.

“Jika ternyata haji tahun ini dibatalkan, dana yang disetorkan saat pelunasan, dikembalikan lagi ke jemaah,” ujar Fachrul.

Kemenag sementara menunda bimbingan manasik haji yang melibatkan banyak orang. Hal ini untuk menekan risiko penyebaran wabah COVID-19 di antara jamaah. Sebagai gantinya, Kemenag mempersiapkan skenario lain pelaksanaan manasik.

Skenario mamasik haji 2020 adalah distribusi buku manasik ke jamaah agar bisa dijadikan bahan bacaan, memanfaatkan media televisi dan radio untuk proses pembelajaran, menggunakan sarana pembelajaran daring, atau edukasi dan sosialisasi melalui media sosial.

“Skema ini sedang difinalkan. Semoga bisa direalisasikan dalam waktu dekat ini. Skema pembekalan petugas haji yang melibatkan kerumunan juga ditiadakan, diganti dengan pembekalan daring,” kata Menag.

Menag menghimbau tetap mengikuti setiap tahapan haji 2020. Selain itu, jemaah juga tetap sabar dan memantau perkembangan di Saudi. Menag menjamin keputusan yang diambil atas dasar kebaikan bagi semua orang.

“Apapun keputusan Kerajaan Saudi dan Pemerintah Indonesia, itu pasti dilakukan bagi kemaslahatan orang banyak, khususnya para calon jemaah haji,” ujar Menag. (tribun network)

Editor: Soegeng Haryadi
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved