Waduh! Bila Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona Dunia Setelah Wuhan

Waduh! Bila Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona Dunia Setelah Wuhan

Waduh! Bila Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona Dunia Setelah Wuhan
Istimewa
Waduh! Bila Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona Dunia Setelah Wuhan 

Waduh! Bila Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Corona Dunia Setelah Wuhan

SRIPOKU.COM -  Pertumbuhan kasus COVID-19 terus meningkat tajam. Bahkan dalam beberapa hari ini terjadi penambahan kasus hampir dua kali lipat dari hari sebelumnya.

Pada 25 Maret 2020 ini, seperti yang disampaikan jurubicara Pemerintah untuk penanganan COVID-19, Achmad Yurianto, sudah menembus angka 790 kasus. Sehari sebelumnya terdapat 685 kasus. Ini berarti ada penambahan 105 kasus baru.

Itu belum termasuk angka kematiannya mencapai 58 kasus yang merupakan angka kematian terbanyak di Asia Tenggara.

Pesan Singkat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk Presiden Jokowi Pasca Ibunya Meninggal

Cegah Penyebaran Virus Corona - Tagihan Listrik Bulan April Dihitung Dari Rata-rata 3 Bulan Terakhir

5000an Tim Medis di Italia Terinfeksi Corona, Satu Diantaranya Perempuan Hingga Akhirnya Bunuh Diri

Melihat fenomena ini, Ascobat Gani, pengamat dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia mengakui tidak tertutup kemungkinan dengan angka tersebut, Indonesia akan meniru Wuhan, bahkan bisa sama dengan Italia.

"Kami telah kehilangan kendali, itu telah menyebar di mana-maBila Warganya Masih Keluyuran, Indonesia Diprediksi Jadi Episentrum Baru Virus Corona Dunia Setelah Wuhanna. Mungkin kita akan mengikuti Wuhan atau Italia. Saya pikir kita berada dalam kisaran itu", katanya disadur dari Reuters (25/03/2020).

Ascobat Gani memprediksi Indonesia bakal menjadi episentrum baru virus corona Covid-19, setelah Kota Wuhan, China.

Lonjakan drastis kasus virus corona di Indonesia disebabkan salah satunya kurangnya kesadaran masyarakat untuk tinggal di rumah sesuai anjuran.

Selain itu, fasilitas kesehatan yang kurang mumpuni dan minimnya tenaga medis juga berdampak pada penanganan pasien virus corona, sehingga Indonesia berisiko menjadi episentrum Covid-19.

Bahkan, sebuah studi Pemodelan Matematika untuk Penyakit Menular yang berbasis di London pada hari Senin (24/2) merilis laporan yang menyebutkan bahwa Indonesia hanya melaporkan 2%  dari jumlah keseluruhan kasus positif virus corona.

Halaman
12
Editor: Fadhila Rahma
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved