Breaking News:

Dampak dari Pesan Berantai Pasar Tradisional di Sumsel Tutup: Masyarakat Borong Sembako!

Beberapa hari ini, tersebar di WhatsApp sejumlah pasar tradisional di Sumsel tidak beroperasi.Salah satunya adalah Pasar Inpres Jakabaring Palembang

Penulis: anisa rahmadani | Editor: Refly Permana
sripoku.com/anisa
Suasana Pasar Induk Jakabaring Palembang Selasa (23/4/2020). 

Laporan wartawan Sripoku.com, Anisa Rahmadani

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Beberapa hari ini, tersebar di WhatsApp sejumlah pasar tradisional di Sumsel tidak beroperasi.

Salah satunya adalah Pasar Induk Jakabaring Palembang.

Dampak dari tersebar luasnya berita tersebut membuat sejumlah masyarakat memutuskan membeli barang dan sembako dalam jumlah banyak.

Lantaran mereka takut tidak bisa berbelanja andai kata kabar yang sudah tersebar tersebut memang benar adanya.

Dari pantauan wartawan Sripo di lapangan terlihat banyak masyarakat yang memborong bahan masakan untuk satu minggu depan.

Sementara alasan beberapa pembeli lantaran adanya pesan berantai tersebut. Sehingga membuat mereka menjadi panik.

Terus Terang Saja Ria Ricis tak Pernah Minta Izin Setiap Syuting di Komplek, Ketua RT Bongkar Fakta!

Misalnya saja, Neni (39), warga SU1 ini mengakui mendapatkan pesan berantai tersebut. Sehingga ia bersama sang anak langsung bergegas ke pasar.

"Iya kan saya dapat pesan itu di grup alumni kan saya ibu rumah tangga jadi panik dengar isu tersebut makanya langsung kesini," ucapnya sembari membeli cabe.

Sama halnya di Pasar Yada Jalan Mata Merah Kecamatan Kalidoni Palembang.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved