Berita Sriwijaya FC

Laga Perdana Sriwijaya FC vs PSIM Yogyakarta di GSJ Tercatat Peringkat Keempat Penonton Terbanyak

Laga perdana Sriwijaya FC vs PSIM Yogyakarta digelar di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang atau Stadion GSJ Palembang, Minggu (15/3/2020)

SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ, SRIWIJAYA-FC.COM
Laga perdana Sriwijaya FC saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang atau Stadion GSJ Palembang, Minggu (15/3/2020) lalu. 
Laga Perdana Sriwijaya FC vs PSIM Yogyakarta Tercatat Peringkat Keempat Penonton Terbanyak
 
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Laga perdana Sriwijaya FC saat menjamu PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang atau Stadion GSJ Palembang, Minggu (15/3/2020) lalu, masuk daftar peringkat keempat penonton terbanyak pekan 1 Liga 2 2020.
 
Peringkat pertama penonton terbanyak Pekan 1 Liga 2 2020 disebutkan diraih Persiba Balikpapan saat menjamu Kalteng Putra sekaligus pembukaan kick off yang dihadiri Menpora, Ketua PSSI dan Dirut PT LIB tercatat 9.723 penonton.
 
Peringkat kedua ditempati Persijap Jepara yang menjamu PS Hizbul Wathan tercatat 5.998 penonton.
Lalu peringkat ketiga PSMS Medan yang menjamu AA Tiga Naga tercatat 5.650 penonton.
 
Barulah Sriwijaya FC saat menjamu PSIM di Stadion GSJ masuk daftar peringkat keempat tercatat 4.857 penonton.
 
Sedangkan peringkat kelimanya ditempati PSPS Riau yang menjamu Semen Padang tercatat 3.863 penonton.
 
Menanggapi hal ini, Manager Sriwijaya FC H Hendri Zainuddin SAg SH mengapresiasi masyarakat Sumatera Selatan yang telah berpartisipasi datang ke stadion.
Manager Sriwijaya FC, H Hendri Zainuddin SAg SH
Manager Sriwijaya FC, H Hendri Zainuddin SAg SH (SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ)
"Menurut saya bisa jadi kita peringkat 1 untuk jumlah penonto. Kalau 4.857 penonton itu catatan berdasarkan tiket terjual.
Padahal itu hampir 10 ribu pononton. Karena saya diskusi dengan Ibu Susi (Hj Sulaiha SSos) pengelolah tiket.
Katanya tidak mungkin hanya angka itu yang menyaksikan pertandingan kemarin itu," ungkap Hendri, Rabu (18/3/2020).
Menurut Hendri yang juga Wadirut PT SOM (Sriwijaya Optimis Mandiri) selaku pengelolah klub Sriwijaya FC, artinya penonton itu ramai karena antusias ingin menyaksikan tim kebanggaan wong Sumsel bagaimana mainnya. 
 
"Alhamdulillah bagus. Ngotot tanpa kenal lelah. Itu yang kita inginkan. Yang kedua karena digelar hari minggu.
Kemudian faktor keberanian penonton umum datang karena jersey SFC sudah berubah. Selama ini ditakutkan mengenakan baju kuning, hijau, hitam.
Sekarang kan warnanya putih dan merah maron. Artinya kita selama ini melindungi penonton dari afiliasi suporter. Dengan warna netral ini, penonton tidak berafiliasi," jelas Hendri.
 
Kemudian yang keempat, faktor tiket murah.
Berbagai faktor ini merupakan upaya manajemen yang dinilai berhasil menarik minat masyarakat untuk memadati stadion dan memberikan dukungan untuk Laskar wong kito.

"Tiket kita berikan murah. Tersedia selain di stadion, juga di sekretariat sebelum pertandingan.
Harapan kita dengan penonton umum bahwa sekarang situasi telah kondusif. Suporter tidak tawuran lagi. Jersey sudah ada warna baru.
Penonton juga hendaknya menahan diri baik ketika menang maupun kalah," terang HZ yang juga Ketum KONI Sumsel. 
Penulis: Abdul Hafiz
Editor: Sudarwan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved