Olimpiade 2020

Anggota IOC Kecam Wacana agar Olimpiade 2020 Tetap Berlanjut

Sebelumnya, pihak IOC dan panitia pelaksana mengatakan mereka masih mengusahakan agar Olimpiade 2020 bisa terlaksana

Editor: Adrian Yunus
MIRROR.CO.UK
Logo Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo 2020 dirilis di Jepang, Jumat (24/7/2015). 

SRIPOKU.COM - Rencana panitia pelaksana Olimpiade 2020 Tokyo untuk tetap melanjutkan pesta olahraga sejagat tersebut sesuai jadwal di tengah wabah pandemi covid-19 atau virus corona menuai kecaman anggota Komite Olimpiade Internasional (IOC).

Sebelumnya, pihak IOC dan panitia pelaksana mengatakan mereka masih mengusahakan agar Olimpiade 2020 bisa terlaksana sesuai jadwal.

Olimpiade 2020 seharusnya bergulir pada 24 Juli-9 Agustus di Tokyo, Jepang.

Namun, muncul kekhawatiran bahwa ajang empat tahunan itu bisa ditunda atau batal menyusul wabah virus corona.

Logo Olimpiade 2020 di Tokyo Dirilis, Warga Jepang Tak Antusias

 Ingin Lolos Olimpiade 2020 Tokyo, Juara All England 2019 Ahsan/Hendra Ungkap Hal Ini

Lin Dan Belum Menyerah ke Olimpiade 2020 meski Sudah 8 Kali Menderita Kekalahan Prematur

Pernyataan IOC tersebut membuahkan kecaman dari salah satu anggotanya sendiri, yaitu Hayley Wickenheiser.

Dikutip BolaSport.com dari Japan Times, Wickenheiser menyebut rencana untuk tetap menyelenggarakan Olimpiade sebagai hal tak bertanggung jawab dan tak sensitif.

"Krisis karena wabah virus corona lebih besar daripada Olimpiade. Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi ada 24 jam ke depan, apalagi dalam waktu tiga bulan," ucap Wickenheiser.

Sosok yang juga merupakan mantan atlet hoki es Kanada tersebut mengingatkan IOC bahwa pandemi virus corona telah membawa efek samping untuk para atlet yang bersiap mengikuti Olimpiade.

Salah satu efek negatif tersebut adalah pembatasan akses ke fasilitas latihan, serta pembatalan turnamen yang seharusnya bisa menjadi ajang untuk mendulang poin kualifikasi.

"Dari sudut pandang olahragawan, saya bisa berempati membayangkan betapa cemas dan sedihnya para atlet saat ini," ucap Wickenheiser.

"Ketidakpastian soal lokasi Anda akan berlatih esok hari karena fasilitas latihan ditutup dan turnamen batal akan terasa sangat buruk ketika Anda sudah berlatih lama demi Olimpiade," tuturnya melanjutkan.

Wickenheiser menilai IOC melakukan hal gegabah jika ngotot Olimpiade tetap berlanjut.

"Atlet tidak bisa berlatih dan tidak bisa melakukan rencana perjalanan. Sponsor tidak bisa berjualan karena situasi sensitif," kata dia.

Halaman
12
Sumber: BolaSport.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved