Berita Polda Sumsel

Kombes Pol. Hisar Siallagan SIK Jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Sumsel

Jabatan Dir Reskrimum Polda Sumsel, diserahterimakan dari Kombes Pol. Yustan Alpiani SIK SH MHum kepada Kombes Pol. Hisar Siallagan SIK, Senin (16/3)

Humas Polda Sumsel
Kapolda Sumsel Irjen Pol Drs Priyo Widyanto MM menyematkan tanda kepangkatan jabatan Direktur Reserse Kriminal Umum (Dir Reskrimum) Polda Sumsel dari Kombes Pol. Yustan Alpiani, SIK, SH, MHum kepada Kombes Pol. Hisar Siallagan SIK. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kapolda Sumsel Irjen Pol. Drs. Priyo Widyanto M.M.selaku Inspektur Upacara Serah terima Jabatan Dir Reskrimum Polda Sumsel, Senin (16/3) bertempat di ruang Catur Prasetya Mapolda Sumsel.

Dir Reskrimum dilakukan mutasi berdasarkan ST Kapolri Nomor : ST/761/III/KEP./2020 Tgl 3-3-2020.

Pejabat lama Kombes Pol Yustan Alpiani SIK SH MHum kepada pejabat baru Kombes Pol. Hisar Siallagan SIK.

Pejabat lama selanjutnya menduduki jabatan baru sebagai pamen Bareskrim selanjutnya akan ditugaskan pada Kementerian Agraria dan tata ruang BPN RI, Pejabat baru sebelumnya sebagai analis kebijakan madya bidang satwa Baharkam Polri.

Kapolda mengatakan situasi Kamtibmas di wilayah Polda Sumatera Selatan secara umum berjalan dengan aman dan kondusif akan tetapi untuk kejadian curas, curat, curanmor dan kejahatan dengan menggunakan sajam masih mendominasi di seluruh jajaran kewilayahan Polda Sumsel.

Tata Cara Pengiriman Jenazah Via Kargo Garuda Indonesia Lengkap Dengan Biayanya

Seorang Pasien Suspect Corona Melarikan Diri Saat Hendak Dirujuk ke Rumah Sakit untuk Diisolasi

Kawasan Wisata Candi Bumi Ayu PALI Ditutup untuk Umum Selama 2 Pekan

Dalam modus operandinya para pelaku kejahatan tidak segan-segan melukai bahkan sampai membunuh korbannya baik dengan sajam maupun senjata api.

Hal ini menjadi tantangan yang seakan tidak habisnya, berdasarkan Anev kamtibmas pada tahun 2019 ada sebanyak 1952 kasus kejahatan menggunakan sajam. Dari kasus tersebut sebanyak 80 korbannya meninggal dunia.

Dalam kurun waktu (November 2019 s/d 5 Maret) ada sebanyak 250 kasus anirat,157  kasus pengeroyokan dan 11  kasus pembunuhan yang mengakibatkan 215 korban luka berat dan 27 korban meninggal dunia.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved