Berita Muratara

Warga Muratara Serahkan Kecepek ke Polisi, Warga Pakai Kecepek untuk Berburu dan Jaga Kebun

Warga Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menyerahkan sepucuk senjata api rakitan (senpira)

Dokumen Polsek Rawas Ilir
Polsek Rawas Ilir, Resor Muratara menerima senpira laras panjang jenis kecepek dari warga 

Warga Muratara Serahkan Kecepek ke Polisi, Warga Pakai Kecepek untuk Berburu dan Jaga Kebun

 SRIPOKU.COM, MURATARA - Warga Desa Beringin Makmur II, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), menyerahkan sepucuk senjata api rakitan (senpira) ke kantor polsek setempat.

Kapolres Muratara, AKBP Adhi Witanto melalui Kapolsek Rawas Ilir, IPTU Afrinaldi mengatakan, penyerahan senpira laras panjang jenis kecepek ini melalui tokoh adat.

"Hari ini kami menerima sepucuk senpira jenis kecepek dari warga, diserahkan melalui tokoh adat, bapak Semamad," kata IPTU Afrinaldi, Jumat (13/3/2020).

Kapolsek mengatakan, kesadaran masyarakat untuk menyerahkan senpira itu timbul karena pihaknya rutin melaksanakan penyuluhan bersama jajaran TNI di wilayah tersebut.

Dia mengimbau apabila masih ada masyarakat memiliki senpira rakitan agar segera menyerahkannya ke pihak berwajib, baik melalui Polsek atau Koramil setempat.

"Kalau masyarakat memiliki senjata api tidak ada izin dapat dikenakan hukuman, apalagi kalau sampai disalahgunakan, makanya harus diserahkan pada pihak berwenang," imbaunya.

Diizinkan Nginap 1 Malam, Perempuan Asal OKI Ini Justru Larikan Motor Pemilik Rumah, Buron 2 Tahun

 

2 Pelaku Pencuri Motor Milik Pendeta di Musirawas Ditangkap, Congkel Pintu Gereja saat Korban Tidur

Tokoh adat, Semamad mengatakan, penyerahan senpira kecepek ini merupakan salah satu wujud dari dukungan masyarakat untuk berkomitmen menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Saya selaku tokoh adat juga sering mengingatkan masyarakat supaya menyerahkan kecepek ini ke pihak berwajib, jangan takut, tidak apa-apa, karena senjata ini bahaya kalau disalahgunakan," katanya.

Menurut Semamad, kecepek yang dimiliki masyarakat tersebut biasanya digunakan untuk berburu dan menjaga kebun dari gangguan binatang hutan yang sering merusak tanaman.

Seorang Wanita Buang Janin di Kloset Mal di Kelapa Gading, Terekam CCTV Akhirnya Ditangkap Polisi

 

Pria yang Ditembak Mati di Polres Meranti Ternyata Sudah Unggah Status Ancaman Tebas Kepala Polisi

"Kalau warga di sini kecepek itu untuk menjaga kebun dari gangguan babi, kadang untuk berburu juga, biasanya berburu rusa atau kijang," katanya

Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved