Breaking News:

Warga Pagaralam Berencana Naik Kelas Andai Keputusan MA Tolak Kenaikan BPJS Kesehatan Berlaku

Saat ada pemberlakukan kenaikkan iuran BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu banyak warga Pagaralam yang terpaksa turun kelas.

sripoku.com/wawan
Tampak suasana dikantor BPJS Kota Pagaralam yang masih normal pasca MA batalkan kenaikkan iuran BPJS Kesehatan Senin (10/3/2020) kemarin. 

Laporan wartawan Sripoku.com, Wawan Septiawan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Mahkamah Agung (MA) akhirnya mengabulkan sebagian permohonan uji materi terhadap Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 75 Tahun 2019 tentang Jaminan Kesehatan terkait kenaikan iuran BPJS Kesehatan 100 persen.

Hal ini disampaikan juru bicara MA Andi Samsan Nganro yang mengatakan putusan itu dibacakan pada Februari lalu.

Hal ini diputuskan, Kamis 27 Februari 2020. Perkara Nomor 7 P/HUM/2020 perkara Hak Uji Materiil.

Bantu Biaya Sekolah Adik, Kuli Panggul di Palembang Ini Nekat Curi Besi, Tertangkap Setelah Dijebak

Kabar batalnya kenaikkan uiran BPJS Kesehatan ini membuat masyarakat Pagaralam bergembira.

Pasalnya, saat ada pemberlakukan kenaikkan iuran BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu banyak warga Pagaralam yang terpaksa turun kelas agar masih bisa menerima manfaat BPJS Kesehatan tersebut.

Salah satu warga Pagaralam, Eli (31), mengatakan sangat menyambut gembira putusan MA tersebut.

Pasalnya, dengan pembatalan kenaikkan iuran BPJS Kesehatan ini sangat membantu masyarakat untuk bisa menikmati fasilitas jaminan kesehatan tersebut.

"Alhamdulillah kalau tidak jadi naik. Pasalnya kami bisa kembali mendaftar lagi menjadi anggota BPJS Kesehatan meskipun hanya dikelas III.

Pasalnya kami sempat memutuskan saat iurannya naik kemarin," ujarnya.

Video: Warga Keluhkan Masker Langka di PALI, Jika Ada Harganya Meningkat 100 Persen

Halaman
12
Penulis: Wawan Septiawan
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved