Omnibus Law

Quo Vadis Omnibus Law

Pada hakekatnya hukum harus bersifat dinamis, tidak boleh statis dan harus dapat meng­ayo­m­i masyarakat.

Quo Vadis Omnibus Law
ist
Muhammad Syahri Ramadhan, S.H.,M.H

Quo Vadis Omnibus Law

Oleh : Muhammad Syahri Ramadhan, S.H.,M.H

Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya

Pada hakekatnya hukum harus bersifat dinamis, tidak boleh statis dan harus dapat meng­ayo­m­i masyarakat.

Hukum harus dapat dijadikan pembaru dalam kehidupan berbangsa dan ber­ne­gara yang harus dibentuk dengan berorientasi kepada masa depan (for word looking), tidak bo­leh hukum itu dibangun dengan berorientasi kepada masa lampau (back word looking).

Oleh karena itu, hukum harus dapat dijadikan pendorong dan pelopor untuk mengubah ke­hi­dupan masyarakat kepada yang lebih baik dan bermanfaat untuk semua pihak. (Abdul Manan, 2006: 6).

Banyaknya regulasi yang dibuat bukan menjadi jaminan dalam menerapkan kebijakan pe­me­rin­tah terhadap masyarakat akan lebih mudah.

Memang benar bahwa suatu aturan yang dibu­at seyogianya demi mendapatkan legitimasi atas tindakan pemerintah tersebut, selain itu se­ba­­gaimana disampaikan oleh salah seorang ahli hukum Mochtar Kusumaatmadja menyatakan aturan tersebut dibuat untuk menciptakan ketertiban di masyarakat.

Semakin banyak regulasi yang dibuat dimaksudkan untuk tidak adanya penyalahgunaan hak setiap warga negara yang merugikan hak yang lainnya.

Di samping itu, aturan yang semakin banyak dibuat tersebut, di­tu­jukan sebagai filter bagi pemerintah yang tidak menyalahgunakan kekuasaan untuk mem­buat kebijakan terhadap rakyatnya.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved