Berita Palembang

PKL Bikin Pendestrian Sudirman Palembang Semrawut, Ini Tanggapan Dinas Pariwisata Palembang

Pedagang Kaki Lima (PKL) Bikin Pendestrian Sudirman Palembang Semrawut, Ini Tanggapan Dinas Pariwisata

Penulis: Rahmaliyah | Editor: Welly Hadinata
SRIPOKU.COM/RAHMALIYAH
Pedagang Kaki Lima (PKL) Bikin Pendestrian Sudirman Palembang Semrawut 

Laporan wartawan Sripoku.com, Rahmaliyah

Pedagang Kaki Lima (PKL) Bikin Pendestrian Sudirman Palembang Semrawut, Ini Tanggapan Dinas Pariwisata

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Keberadaan Pendestrian Sudirman yang diresmikan Pemerintah Kota Palembang saat momen Asian Games 2018 kemarin, kini hanya tinggal kenangan.

Betapa tidak ketika awal mula diresmikan kondisi penataan Pendestrian terbilang, lengkap dengan hiasan lampu, tempat duduk hingga trotoar yang dipasang granit pun sekarang tak seindah dulu.

Ini makin diperparah dengan menjamurnya pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan menggunakan trotoar dan berada bukan diarea khusus kuliner.

Dinas Pariwisata Kota Palembang, Isnaini Madani mengakui, kondisi Pendestrian tak secantik saat tahun 2018 kemarin.

Pihaknya pun telah berusaha untuk melakukan penertiban namun sering kali hal serupa terulang lagi.

"Kita pantau ini sejak lama dan sekarang makin semrawut, tiap ditertibkan pasti berulang lagi. Bahkan, petugas di lapangan pun kerap di ancam oleh oknum preman dan PKL liar," ujarnya, Senin (9/3/2020).

Isnaini menambahkan, upaya untuk mengembalikan fungsi Pendestrian laiknya Malioboro telah dilakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membantu menertibkan khususnya PKL liar.

"Kami menginginkan agar ini jadi destinasi wisata andalan Kota Palembang lagi. Kita tak ingin wisatawan justru jadi tak nyaman karena sudah terlalu padat. Sebab banyak PKL berjualan di area terlarang yang seharusnya untuk atraksi dan komunitas," ujarnya.

Lanjutnya, disepanjang Pendestrian Sudirman, Pemkot telah membagi beberapa area seperti khusus kuliner, komunitas, atraksi, area parkir dan sebagainya, tapi sekarang semrawut Ini menjadi tugas bersama membenahinya.

"Harus ditertibkan, apalagi itu sudah jadi salah satu desrinasi wisata andalan kita. PKL liar itu tidak boleh berjualan di sana, sudah ada pedagang yang kita bina agar itu benar-benar tertata," tutupnya. (Cr26)

Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved