Berita Lubuklinggau

Pelaku Curas di Lubuklinggau Diterjang Timah Panas karena Mengaku Anggota Polisi

Parahnya dalam menjalankan aksi kejahatannya Agus Ramadoni mengaku anggota polisi.

Tribunsumsel.com/Eko Hepronis
Agus duduk saat diamankan di Satreskrim Polres Lubuklinggau Sumsel. 

SRIPOKU.COM, LUBUKLINGGAU - Agus Ramadoni warga Jl. Permai 9 RT. 003 Kelurahan Batu Urip Permai, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau ditangkap Satreskrim Polres Lubuklinggau.

Laki-laki berusia (29 tahun) ini ditangkap karena melakukan aksi pencurian dan kekerasan (Curas). Parahnya dalam menjalankan aksinya, ia nekat mengaku seorang polisi.

Akibat ulahnya tukang ojek ini harus menjalani hari-harinya di sel tahanan, bahkan ia harus berjalan terpincang-pincang setelah ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mustofa melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan mengatakan, pelaku ditangkap Sabtu (07/3/2020) kemarin oleh tim macan Polres Lubuklinggau.

Alex menuturkan pelaku ditangkap atas laporan korbannya Malikul Kudus (13 tahun) seorang pelajar warga jalan Moneng Sepati RT 01 Kelurahan Taba Pingin, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II.

"Waktu kejadiannya hari Selasa tanggal 03 Maret 2020 sekira pukul 13.00 WIB saat korban bersama temannya Rama sedang bermain ukulele di Taman Kurma Masjid Agung Assalam," ungkapnya pada wartawan, Minggu (8/3/2020).

Saat itu keduanya dihampiri oleh pelaku yang mengajak berkenalan, pelaku berkenalan mengaku bernama Tomi dan anggota polisi. Setelah itu pelaku mengajak korban dan saksi ngobrol-ngobrol.

Satlantas Polres dan Pemkab Lahat Gelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas Bareng Anak Motor

Pengedar Narkoba di Pedamaran OKI Ini Simpan Pil Ekstasi di Batok Lampu Sepeda Motornya

Kasus DBD di Kabupaten Muaraenim Meningkat, Bahkan ada yang Meninggal Dunia, Siklus Lima Tahunan

"Tak lama berselang pelaku mengajak korban untuk ikut dengannya dengan alasan mencari temannya. Pelaku bersama dengan korban dan saksi berjalan hingga ke samping Depo Pertamina,"terang Alex.

Saat tiba di lokasi pelaku langsung meminta handphone, uang dan ukulele milik korban, namun saat itu korban tidak mau menyerahkan barang-barangnya, hingga membuat pelaku menampar muka, meninju perut dan mencekik leher korban.

"Lalu pelaku merampas handphone dan uang yang berada di saku celana serta ukulele milik korban, kemudian pergi meninggalkan saksi dan korban," ujarnya.

Akibat kejadian itu korban mengalami luka gores pada leher dan kehilangan satu buah ukulele, satu hp merk Advan serta uang tunai tunai Rp. 25 ribu, dengan total kerugian korban senilai Rp. 2, 5 juta.

Kemudian penangkapan bermula setelah mendapatkan informasi dari sumber yang dapat dipercaya bahwa pelaku pencurian dengan kekerasan berada di sekitar Jalan Kenanga II, Kecamatan Lubuklinggau Utara II.

Selanjutnya tim opsnal langsung berangkat ke lokasi yang sudah diberi tahu dan benar tim opsnal Polres Lubuklinggau melihat seorang laki-laki yang memiliki ciri-ciri sesuai informasi yang didapat.

"Akhirnya tanpa pikir panjang opsnal langsung mengamankan laki-laki tersebut dan setelah dilakukan interogasi oleh tim opsnal Polres Lubuklinggau pelaku mengakui telah melakukan pencurian dengan kekerasan tersebut," tambahnya.

Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved