Berita Lahat

Pencarian Jenazah Ruslan di Sungai Selangis Kecamatan Gumay Ulu Kabupaten Lahat DIhentikan

pencarian jenazah Ruslan, warga Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, yang hanyut di Sungai Selangis, Jumat (28/2) lalu, dihentikan.

SRIPOKU.COM/Ehdi Amin
Briefing: Komandan tim gabungan BPBD, Basarnas dan Rafting Lahat saat memberikan penjelasan terkait penghentian pencarian terhadap jenazah Ruslan yang diduga tenggelam di Sungai Selangis Lahat, 7 hari lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Tak kunjung temui titik terang, pencarian jenazah Ruslan, warga Desa Sumber Karya, Kecamatan Gumay Ulu, Lahat, yang hanyut di Sungai Selangis, Jumat (28/2) lalu, dihentikan.

Pasalnya setelah hari ketujuh pencarian, tim gabungan BPBD Lahat, Basarnas, tim relawan Lahat Rafting, dan warga, tidak kunjung menemukan tanda-tanda dari korban.

"Ya dihentikan. Sejalan standar waktu pencarian selama 7 hari. Karena tidak kunjung ada tanda-tanda korban, Basarnas menghentikan operasi pencarian korban," ujar Marjono, Kepala BPBD Lahat, Jumat (6/3).

Dari informasi yang dihimpun, selain melakukan metode sisir sungai hingga ke Desa Arahan, Kecamatan Merapi Timur.

Tim juga melakukan pencarian kesejumlah daratan pulau dan perkebunan yang berada di daerah pinggiran sungai.

Telkomsel Hadir Paket Data ilmupedia dan Kuis ilmupedia Berani Jawab! Digitalisasi Ilmu Pengetahuan

Gelar Ngopi Bareng, IMA Palembang Tegaskan Siap Jadi Tuan Rumah Rakernas

Sensasi Menu Burger Terbaru A&W Indonesia – Sumo Teriyaki dan E-Coupon Maret 2020 Ada Disini

Rabu (4/3) lalu sempat ditemukan ada segerombolan biawak yang sedang memakan daging, namun saat diperiksa rupanya bangkai hewan jenis anjing.

"Kita masih tetap monitor. Sudah disampaikan ke pihak kelurga, dan menerima pencarian dihentikan. Tidak bisa kita prediksi kenapa korban belum ditemukan, bisa saja sudah hanyut ke arah Muara Enim. Tapi yang kita khawatirkan tubuhnya sudah hancur dimakan binatang, seperti biawak," ucapnya.

Sementara, Nanda selaku anggota Tim Relawan dari Lahat Rafting mengatakan, pihaknya masih berencana akan melakukan pencarian, dengan melakukan penyisiran dari titik pertama dilaporkan. Selain itu, juga akan melakukan pencarian ke kebun milik korban.

"Tapi akan kita koordinasikan dahulu sama pihak keluarga korban. Kemungkinan besar kita akan ngecamp alias membuka tenda," kata Nanda. EAN

Penulis: Ehdi Amin
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved