Human Interest Story

Pasca Corona, Rempah-rempah Laris Manis, Penjual Jamu Ikut Kebanjiran Order

Tidak usaha ikut-ikutan memakai masker karena penggunaan masker dianjurkan hanya bagi yang sakit atau dinyatakan positif Corona saja

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUN SUMSEL/HARTATI
Yanti, penjual jamur di sekitar Kantor Gubernur Sumsel melayani pembeli, Rabu (4/4/2020). 

Adanya informasi jika rempah-rempah seperti jahe, kunyit, temulawak dan lainnya disebut-sebut bisa meningkatkan daya tahan tubuh dan mampu menangkal virus corona, membuat warga memburu dagangan tersebut. Bahkan, penjual jamupun kebanjiran order.

Ketua Tim Penggerak PKK Sumsel, Febrita Lustia mengatakan menjaga kesehatan lebih penting.

Jika badan sehat dan keluarga sehat maka tidak harus khawatir dengan penyebaran virus Corona. Tidak usaha ikut-ikutan memakai masker karena penggunaan masker dianjurkan hanya bagi yang sakit atau dinyatakan positif Corona saja karena khawatir air liurnya akan menyebar ke orang lain yang berinteraksi langsung dan menjangkiti orang tersebut.

"Tidak usah ikut-ikutan panik membeli masker, menggunakannya karena di Sumsel belum ada yang positif. Kemarin yang diisolasi hanya baru terindikasi saja belum positif sehingga jangan panik," ujarnya, Rabu (4/3/2020).

Diklaim Bisa Tangkal Virus Corona, Jamu Tradisional Berbahan Aneka Rempah Laris Manis di Palembang

Mendadak Warga Berburu Temulawak Curcuma Zanthorrhiza di Prabumulih, Bisa Menangkal Virus Corona

Febrita mengatakan jika badan sehat daya tahan tubuh kuat sehingga tidak usah khawatir tertular sebab belum ada yang positif terjangkit.

Selain itu, tidak perlu juga ikut memborong hand sanitizer karena bisa menggantinya dengan menerapkan rutin cuci tangan dengan sabun ada seluruh permukaan tangan juga di sela jari.

Dia mengatakan salah satu cara menjaga daya tahan tubuh dengan minum jamu. Bahan alami jamu memberikan khasiat nyata bagi tubuh memperkuat daya tahan tubuh.

Febrita Deru juga mengatakan sejak remaja rutin mengkonsumsi jamu sehingga merasakan benar manfaatnya. Badan fit dan tidak mudah lelah. Terpenting juga menjaga awet muda.

"Biasanya saya rutin minum jamu beras kencur," ujarnya.

Pantauan di kawasan pasar tradisional modern kota Prabumulih, rempah-rempah yang sering digunakan untuk bumbu tersebut laris manis dibeli warga.

Bahkan meski harga masih tergolong murah seperti temulawak hanya Rp 15 ribu namun stok pedagang mulai kosong karena banyak yang membeli.

Banyaknya warga yang membeli temulawak dan rempah lainnya membuat para pedagang rempah kecipratan rezeki meski beberapa pedagang heran kenapa dagangannya mendadak diburu pembeli.

Seperti diungkapkan Lela, pedagang rempah-rempah di kawasan PTM Prabumulih mengaku cukup terkejut banyak warga membeli rempah khususnya temulawak.

"Sejak kemarin kita bingung kenapa banyak yang membeli temulawak, tidak seramai biasanya. Kita tidak tau awalnya tapi ada yang memberi tahu ternyata katanya bisa membuat daya tahan tubuh," ungkap Lela dibincangi saat berjualan, Rabu (4/3/2020).

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved