Pengedar Upal di Musi Rawas

Mantan Kades di Musi Rawas Ini Beli Upal Seharga Rp 10 Juta dari Bandung, Ngakunya tak Tahu

Salah seorang tersangka pengedar uang palsu (upal) yang ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Tugumulyo Polres Musirawas ternyata mantan kades.

sripoku.com/ahmadfarozi
Salah seorang tersangka pengedar uang palsu yang ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Tugumulyo Polres Musirawas pada 27 Februari 2020 lalu ternyata mantan kepala desa (Kades). Dia adalah Tusiman (60) mantan Kades E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo. Dia ditangkap bersama rekannya, Kuswanto (35). 

SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS - Salah seorang tersangka pengedar uang palsu (upal) yang ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek Tugumulyo Polres Musirawas pada 27 Februari 2020 lalu ternyata mantan kepala desa (Kades).

Dia adalah Tusiman (60), mantan Kades E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo.

Sebelumnya dia ditangkap bersama rekannya, Kuswanto (35).

"Iya, saya mantan Kades E Wonokerto Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musirawas.

Terakhir menjabat tahun 2007," kata Tusiman, kepada Sripoku.com saat rilis ungkap kasus dipimpin Wakapolres Musi Rawas, Kompol Handoko Sanjaya, di Mapolres Musi Rawas, Rabu (4/2/2020).

Tersangka Tusiman mengaku, dia mendapatkan upal sejumlah Rp 30 juta dari seseorang di Bandung, Jawa Barat.

Dari pengakuannya, upal Rp 30 juta tersebut ditukar atau dibeli dengan uang asli sebesar Rp10 juta.

Gramedia Berbagi Buku Untuk Indonesia, SDN 131 Sukarami Palembang Dapat Bagian

Menurutnya, dia berhubungan dengan pemilik upal di Bandung setelah mendapatkan telepon nyasar yang masuk ke nomor ponselnya.

Setelah berbincang dengan penelpon tersebut, dia merasa tertarik untuk membeli uang dengan perbandingan 1:3. Yaitu 10 juta uang asli ditukar dengan Rp 30 juta upal.

Setelah disepakati waktunya, dia kemudian berangkat ke Bandung.

Halaman
12
Penulis: Ahmad Farozi
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved