Jalan Tembakang Muara Belida Muaraenim Sering Banjir, Padahal Akses Utama Menuju Palembang

Warga Kecamatan Muara Belida dan sekitarnya mengeluhkan Jalan Tembakang yang sering tergenang banjir sehingga sangat mengganggu akses jalan.

sripoku.com/ardani
Seorang anggota TNI tengah melintas di Jalan Tembakang yang digenangi air pasca hujan. 

Laporan wartawan sripoku.com, Ardani Zuhri

SRIPOKU.COM, MUARAENIM - Warga Kecamatan Muara Belida dan sekitarnya mengeluhkan Jalan Tembakang yang sering tergenang banjir sehingga sangat mengganggu akses jalan terutama yang akan menggunakan jalur darat, Minggu (1/3/2020).

Dari informasi yang berhasil dihimpun, jika musim hujan sebagian jalan dan pemukiman warga sering terendam banjir dengan ketinggian bervariasi, tetapi masih dalam kategori aman sebab rata-rata tempat tinggal menggunakan tiang.

Tetapi, ada yang sangat menganggu kenyamanan masyarakat yakni adalah masalah jalan darat akses keluar masuk ke desa, yang sering terendam banjir dan ini sudah berlangsung bertahun-tahun sejak jalan tersebut dibangun sekitar tahun 2014 lalu.

Andhika Pratama Tiba-tiba Sebut Rumah Tangganya Berdarah-darah, Bongkar Sendiri Borok Depan Istri

Akibatnya kendaraan roda dua dan empat terpaksa berhenti dan menunggu berjam-jam untuk melintas sampai menunggu air surut.

Bahkan, sering putar balik dan menggunakan speedboat atau perahu ketek untuk berpergian keluar desa terutama ke Palembang.

"Jalan ini, jika hujan langsung terendam. Itu bisa berjam-jam, bahkan berhari-hari tergantung debit air hujan. Kalau airnya dalam, terpaksa pulang lagi," ujar seorang tokoh masyarakat Kecamatan Muara Belida, Kailani (70).

Menurut Kailani, adapun warga yang menggunakan akses jalan tersebut berasal lima desa, yakni Desa Harapan Mulia, Desa Mulia Abadi, Arisan Musi Timur, Arisan Musi Induk, dan Kayua Ara Batu.

Bahkan Desa Sejagung II Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya, juga kadang-kadang menggunakan jalar darat ini karena merupakan ases satu-satunya keluar masuk ke desanya masing-masing.

Masih dikatakan Kailani, jalan desa yang terendam tersebut merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan beberapa desa di Kecamatan Muara Belida untuk keluar ke Kecamatan Gelumbang, yang bisa menuju ke Palembang atau Kota Muaraenim.

Pemilik KBIH Soal Penutupan Umroh oleh Arab Saudi: Sampai tak Bisa Tidur

Jika jalan tersebut terendam, warga terpaksa menggunakan perahu ketek untuk menjual hasil bumi ke Palembang.

Untuk itu, mantan Kades tiga periode ini berharap kepada Pemkab Muaraenim, untuk bisa secepatnya menimbun dan meninggikan badan jalan sekitar satu meter supaya tidak terendam lagi.

Jika tidak ditimbun, jalan akan rusak berlobang dan licin menjadi bubur serta tidak rata.

Bahkan beberapa kendaraan sering terjebak lumpur sehingga menganggu arus lalulintas.

" Beberapa tahun yang lalu sudah pernah diperbaiki dan ditimbun, tetapi kurang tinggi sehingga masih terendam banjir. Harus ditimbun lagi sekitar setengah meter lagi baru aman," harapnya.

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Refly Permana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved