Breaking News:

Berita Banyuasin

Alat Uji Tera Belum di Banyuasin Berfungsi Menunggu Penunjukan dari Metrologi Bandung

Dijelaskan Kohar, alat uji tera, tidak bisa berjalan tanpa ada surat tugas dari metrologi Bandung.

SRIPOKU.COM/MAT BODOK
Sekretaris DPKUKM Kabupaten Banyuasin Dr Konar Zuber SH MH dan Kepala UPTD Metrologi Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Petra Riskia Tambunan menunjukan alat uji tera belum pernah dioperasikan. 

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-Alat Metrologi Legal (Uji tera) di Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (DPKUKM) Kabupaten Banyuasin, belum berfungsi.

Lantaran belum keluar surat penunjukan pegawai dari metrologi Bandung.

Kadis DPKUKM Kabupaten Banyuasin Drs H Lukman MM melalui Sekretaris Dr Konar Zuber SH MH, Senin (2/3/2020) mengatakan, bahwa belum berjalannya alat metrologi legal tersebut, disebabkan pihak dari metrologi Bandung belum mengeluarkan penunjukan pegawai di Banyuasin dalam pengoperasian alat.

Dijelaskan Kohar, alat uji tera, tidak bisa berjalan tanpa ada surat tugas dari metrologi Bandung. Karena mereka yang berhak mengeluarkannya.

"Untuk petugas yang mengelola alat tersebut sudah ada, bahkan sudah serfikasi," kata Kohar.

Masih kata Kohar, pihaknya masih menunggu penunjukan pegawai. Berhak penunjukannya tak lain dari metrologi Bandung.

"Kepala UPTD Metrologi yakni Petra Riskia Tambunan petugas penera yang sudah dapat sertifikasi dari Kementrian perdagangan,” ungkap Kohar.

Kegunaan metrologi legal atau alat ukur timbang, menurut Kohar, yang nantinya berfungsi untuk meningkatkan pengawasan DPKUKM terhadap pasar.

Bisa berdampak kontribusi untuk menyumbang PAD di Banyuasin.

Tentunya jelas Kohar, dengan adanya alat ukur timbang ini, dapat bermanfaat untuk melindungi dan menjamin hak-hak konsumen.

“Tentunya alat ini sangat penting untuk pengawasan, selain untuk digunakan di beberapa pasar juga untuk pengawasan SPBU di Banyuasin,” ucap Kohar yang kerap menjadi perbincangan para sopir kendaraan.

Kepala UPTD Metrologi Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Banyuasin, Petra Riskia Tambunan menjelaskan, alat yang diterimanya sebanyak 36 items

Yakni, uji meteran kayu, alat uji takaran, Vernier Caliver, Bejana ukur pombensin, timbangan elektronik, alat uji dacing logam, termometer, termohigro meter, baro meter, dehumidifier dan masih banyak lagi lainnya.

"Selama ini kita belum siap melakukan penira hanya bisa mendampingi Kota Palembang pada perusahaan yang membutuhkan, karena dulunya kita ta belum punya alatnya," ungkap Petra.

Dan sekarang sudah punya, Tetapi kendalanya belum keluar penunjukan hak dari metrologi Bandung.

Penulis: Mat Bodok
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved