Tim Ladas Polsek IT I Tembak Residivis Pembobol Perkantoran, Terungkap 7 SD di Palembang Dibobol

Tim Ladas Polsek IT I Tembak Residivis Pembobol Perkantoran, Terungkap 7 SD di Palembang Dibobol

Editor: Hendra Kusuma
TRIBUN SUMSEL/M ARDIANSYAH
Tim Ladas Polsek IT I Tembak Residivis Pembobol Perkantoran, Terungkap 7 SD di Palembang Dibobol 

SRIPOKU.COM-Terungkap mengapa polisi terpaksa melumpuhkan Polsek IT 1 Palembang Resivis Pembobol Perkantoran di Palembang, sebab dia memiliki catatan khusus terkait reputasinya sebagai bandit pembobol bangunan kosong.

Seperti diketahui, Azhari Alkaf, ternyata seorang residivis yang menjadi target operasi pihak kepolisian Kapolsek IT 1 Palembang.

Tercatat ada 7 SD di Kota Palembang yang sudah dibobol ahmad Alkaf.

Bahkan sang Residivis ini sebenarnya sudah di buru pihak kepolisian sejak lama.

Namun, pelaku selalu lolos dari kejaran mengingat dia memang pandai menghindari kejaran pihak kepolisian.

Karena sellau lolos, maka Dia Keranjingan.

Namun sepandai-pandainya Azhari Alkaf (34) dia tetap memiliki kelemahan.

Maka itulah Warga Jalan M Isa Lorong Sri Jeruju Keamatan IT 3 Palembang, harus meringis kesakitan setelah ditangkap Tim Ladas Polsek IT 1 Palembang.

Residivis kasus pencurian ini, ditangkap setelah melakukan pencurian di SDN 42 Palembang jalan Ali Gatmir Kelurahan 13 Ilir Palembang, Sabtu (1/2/2020) pukul 03.00 lalu.

Setidaknya, sudah tujuh kali Azhari melakukan pencurian di sejumlah SD yang ada di wilayah hukum Polsek IT 1 Palembang.

"Kalau curi di rumah itu sulitnya harus lama mengintai. Ketika tidak ada orangnya, baru bisa beraksi. Kalau di SD lebih muda karena kalau malam pasti sepi," ungkapnya saat diamankan di Polsek IT 1 Palembang, Minggu (1/3/2020).

Terakhir, pria yang tidak memiliki pekerjaan ini melakukan pencurian di SD Negeri 42 Palembang. Ia berhasil mengambil TV LED dan tabung gas.

TV dan tabung gas yang dicurinya, sempat disembunyikan di dalam rumah. Ia sengaja belum menjual tabung gas dan TV LED lantaran ingin kembali beraksi. Akan tetapi, karena terlebih dahulu ditangkap Azhari gagal untuk melancarkan aksinya kembali di SD tersebut.

"Aku tidak pernah sama teman, selaku sendiri beraksi. Jadi hasilnya juga lebih besar kalau bekerja sendiri," katanya.

Kapolsek IT 1 Palembang Kompol Edi Rahmat didampingi Kanit Reskrim Iptu Alkap menuturkan, tersangka ditangkap pihaknya setelah dari sekolah melaporkan pencurian yang terjadi di SD Negeri 42 Palembang.

"Tersangka terpaksa kami lumpuhkan, karena berupaya kabur ketika diminta untuk menunjukan barang bukti yang disembunyikan tersangka. Dari pengakuannya, tersangka ini sudah tujuh kali melakukan pencurian di sejumlah SD yang ada di wilayah IT 1 Palembang. Tetapi, kami masih melakukan pengembangan," katanya.(m ardiansyah/Tribun Sumsel)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved