Pedagang Pasar Kuto ke Pemkot Palembang
Pedagang Pasar Kuto Minta Kembalikan Pengelolaan Kepada PD Pasar dari Pihak Swasta
Pengelolaan Pasar Kuto sejak 2013 dikelola oleh pihak ketiga menuai banyak dugaan adanya penyelewengan kepentingan.
Penulis: maya citra rosa | Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengelolaan Pasar Kuto sejak 2013 dikelola oleh pihak ketiga menuai banyak dugaan adanya penyelewengan kepentingan.
Untuk itu, pedagang Pasar Kuto mendesak agar pengelolaan pasar dikembalikan kepada pihak PD Pasar tanpa melibatkan pihak ketiga.
Hal itulah yang menjadi inti dari tujuan kedatangan pedagang Pasar Kuto dengan menggelar dagangan di depan halaman kantor Walikota Palembang, Kamis, (27/2/2020).
Pihak Paguyuban Pedagang Pasar Kuto Palembang (PPPKP) melakukan penolakan terhadap Ganda Tata Prima (GTP) yang dalam hal ini sebagai pengelola pasar sejak Tahun 2013.
• Video: Melihat Jembatan Cinta di Palembang, Mirip Destinasi Wisata di N Tower Seoul Korsel
Safriadi SH, Kuasa Hukum Paguyuban Pedagang Pasar Kuto mengatakan bahwa permintaan pedagang hanya dua hal itu, karena tidak mampuan pihak ketiga dalam membenahi pasar, keadaan pasar saat ini sangat tidak layak lagi.
Atap pasar yang tidak terawat serta sering terjadi genangan air di daerah ini menyebabkan menuntut hak mereka kepada Walikota Palembang.
"Kami hanya meminta dikembalikan kepada PD Pasar, atap pasar diganti, selokan Yang tersumbat dibenahi," ujarnya.
Menurutnya Ganda Tata Prima (GTP) selaku pengelola pasar tidak pernah memperbaiki keadaan pasar yang semakin semrawut.
"Kami selalu membayar retribusi tetapi keadaan pasar semakin tidak terurus, becek sudah menjadi hal biasa di pasar ini," katanya.
• Senyum Valentino Rossi Hiasi Krisis yang Tengah Mendera Honda
Pedagang yang melakukan demo datang dengan membawa dagangan mereka, menjajakan dagangan mereka di depan kantor Walikota Palembang seakan sedang menjajakan jualannya di depan kantor Walikota Palembang.
Permasalahan ini ditanggapi oleh Jubir Walikota Palembang, Reza Pahlevi Yang akan mempelajari kembali permasalahan ini dan menanyakan alasan GTP mengambil retribusi tapi tidak pernah melakukan pembenahan.
"Kami akan memanggil GTP apa permasalahan selama ini, kami kaji terlebih dahulu kenapa PT GTP selalu mengambil retribusi tetapi tidak pernah membenahi pasar kuto," kata Reza Pahlevi.