Duka Ibu Siswi SMP Dibunuh Ayahnya Sendiri, Sedih dan Marah, Masih Tak Percaya Pelakunya sang Suami

Duka Ibu Siswi SMP Dibunuh Ayahnya Sendiri, Sedih dan Marah, Masih Tak Percaya Pelakunya sang Suami

Editor: Hendra Kusuma
Kompas.com
Duka Wati Fatmawati, Ibu Siswi SMP Delis Sulistina Dibunuh Ayahnya Sendiri, Sedih dan Marah, Masih Tak Percaya Pelakunya sang Suami 

SRIPOKU.COM-Serasa mimpin dan masih tak percaya, demikian Duka Ibu Siswi SMP Dibunuh Ayahnya Sendiri, Sedih dan Marah, Masih Tak Percaya Pelakunya sang Suami

Seperti diketahui, sesosok mayat Siswi SMP di temukan tewas di gorong-gorong.

Misteri kematiannya pun menjadi tanda tanya sehingga pihak kepolisian bekerja keras mengungkap kematian Siswi SMP tersebut.

Apalagi hasil otopsi, bahwa Delis, Siswi SMP itu Tewas dicekik.

Sejauh anaknya yang hilang telah ditemukan dalam keadaan tewas, namun Wati Fatmawati (46), ibu kandung Delis Sulistina (13) siswi SMP atau SMPN 6 Tasikmalaya yang tewas di gorong-gorong terkejut saat mengetahui kalau anaknya dibunuh oleh ayah anaknya sendiri.

Dia Wati Fatmawati ingin penegak hukum menghukum mati mantan suaminya BR tersebut, karena telah menghilangkan nyawa anak kesayangannya tersebut.

Wajah ibu korban terlihat memerah sambil mengepalkan kedua tangannya saat mengetahui kabar pembunuh anaknya Delis Siswi SMP itu, adalah ayah dari anaknya.

Sembari berteriak, ibu korban melontarkan kata-kata ancaman sembari perkataannya melemah dibarengi matanya memerah mengeluarkan air mata.

"Kok tega ayahnya bunuh anak sendiri. Jadi si dia pelakunya. Awas kamu ya sudah tega menghabisi anak kesayangan saya. Itu juga anaknya dia, kenapa bisa Ya Allah," teriak Wati saat mendengar kabar pembunuh anaknya oleh mantan suaminya itu di rumahnya, Kamis (27/2/2020) sore.

Tidak menyangka pembunuh Delis ayahnya sendiri Selama ini dirinya mengira kalau anaknya korban pembunuhan yang dilakukan oleh orang tak dikenal.

Dia selama ini tak menyangka kalau pelakunya ayah kandung anaknya dan tak pernah menaruh curiga sedikit pun.

"Tidak ada saya curiga ke dia. Soalnya saya berpikir tidak mungkin dilakukan oleh ayahnya sendiri," tambah dia, dengan salah satu tangannya menggesekan ke dua bola matanya sembari teringsak.

Ibu korban yang ditemani orangtuanya pun tak kuasa menahan tangisnya dan pergi meninggalkan wartawan ke sebuah kamar di rumahnya.

Tak berselang lama, ibu korban pun kembali lagi ke ruangan tamu dan menemui wartawan dengan terlihat tegar di wajahnya namun kedua tangannya terlihat gemetar.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved