Spider Pembobol Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ogan Ili Dibekuk Polisi

Spider Pembobol Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ogan Ili Dibekuk Polisi

SRIPOKU.COM/RM RESHA
Musyaddad (27) warga Indralaya Kabupaten Ogan Ilir harus meringkuk di sel tahanan 

SRIPOKU.COM, INDERALAYA-Spider Pembobol Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Ogan Ili Dibekuk Polisi.

Aksi spider di Ogan Ilir ini berakhir. Sebab, Belum sempat kabur jauh, Musyaddad (27) warga Indralaya Kabupaten Ogan Ilir harus meringkuk di sel tahanan.

Pasalnya, ia melakukan pembobolan di Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Ogan Ilir, di Kompleks Pemda Lama, Jalan Lintas Timur Km35 Indralaya - Kayuagung.

Kejadian tersebut dilakukannya pada Selasa (25/2/2020) pukul 01.30 WIB dinihari. Menurut pengakuannya, seperti spider man, ia memanjat di dinding batu belakang kantor tersebut agar bisa masuk ke kompleks Pemda Lama.

"Sebelumnya sudah saya pelajari dulu, kurang lebih setengah bulan. Saya sering diajak oleh ayah teman saya yang karyawan di sana," ujarnya saat diinterograsi, Rabu (26/2/2020) sore.

Sering diajak oleh rekannya itu, membuat ia hafal betul dengan kondisi Kantor Dinas PMD Ogan Ilir. Hingga akhirnya ia juga tau, jika kunci kantor seringkali diletakkan di bawah pot bunga.

Pada saat eksekusi, tersangka yang dulunya bekerja sebagai Satpam Mall di Palembang ini tak menemui kendala yang berarti. Ia pun berhasil menggasak 3 buah laptop senilai Rp12 juta.

Musyaddad yang mengaku pemakai Narkotika ini mengatakan, uang hasil penjualan laptop itu akan dipakai untuk menebus motor yang digadaikannya. Sayang, di hari yang sama pukul 22.00 WIB tersangka berhasil diciduk oleh Unit Reskrim Polsek Indralaya saat sedang makan nasi goreng.

"Baru kali ini lah pak," terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Indralaya AKP Helmi Ardiansyah didampingi Kanit Reskrim Dedi mengatakan, tersangka berhasil diciduk berkat laporan warga yang curiga dengannya. Tak kurang dari 24 jam, mereka pun langsung meringkus tersangka.

"Tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, ancaman hukuman diatas 5 tahun penjara," jelasnya.

Penulis: RM. Resha A.U
Editor: Hendra Kusuma
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved