Lagi Musim Banjir, PNS Bisa Ajukan Cuti Selama 1 Bulan, Ini Syaratnya

Syaratnya PNS tersebut rumahnya terkena musibah banjir. Lamanya disesuaikan dengan kondisi, maksimal 1 bulan,

KOMPAS.com/DANI PRABOWO
Banjir di RW 03, Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Selasa (25/2/2020).(KOMPAS.com/DANI PRABOWO) 

SRIPOKU.COM -- Aparatur Sipil Negara (ASN) berhak mengambil jatah cuti lewat mekanisme cuti alasan khusus atau CAP.

Seperti kondisi banjir yang terjadi di Jakarta, bisa dijadikan alasan untuk mengambil cuti tersebut.

Hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah sejak Selasa (25/2/2020) dini hari hingga siang ini.

Ketinggian banjir beragam di beberapa tempat.

Dengan situasi banjir seperti di Jakarta saat ini, sulit bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) masuk kerja.

Apalagi jika rumah mereka ikut terendam banjir.

Plt. Kepala Biro Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN), Paryono, menjelaskan Aparatur Sipil Negara (ASN) berhak mengambil jatah cuti lewat mekanisme cuti alasan khusus atau CAP.

"Syaratnya ada keterangan minimal dari (Ketua) RT," kata Paryono seperti dikutip Kompas.com.

Lebih jauh, syarat yang dimaksud untuk izin libur tersebut berisi keterangan dari RT yakni menerangkan kondisi kalau PNS bersangkutan benar-benar sedang terkena musibah banjir.

"Syaratnya PNS tersebut rumahnya terkena musibah banjir. Lamanya disesuaikan dengan kondisi, maksimal 1 bulan," terang Paryono.

Halaman
123
Tags
ASN
cuti
BKN
Editor: Yandi Triansyah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved