Berita Palembang

Antisipasi Defisit Anggaran, Pemkot Palembang akan Menarik Pajak Menara Tower Telekomunikasi

Melalui Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Pemkot tengah menggodok penarikan pajak dari menara tower.

Antisipasi Defisit Anggaran, Pemkot Palembang akan Menarik Pajak Menara Tower Telekomunikasi
SRIPOKU.COM/Rahmaliyah
Wali Kota Palembang, H Harnojoyo saat dijumpai di rumah dinas Walikota Palembang 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Kota Palembang kini siap menyasar sektor pajak lain yang berpotensi menghasilkan Pajak Asli Daerah (PAD).

Melalui Badan Pengelolaan Pajak Daerah (BPPD) Kota Palembang, Pemkot kini tengah menggodok penarikan pajak menara tower baik telekomunikasi atau lainnya.

Wali Kota Palembang H Harnojoyo mengatakan, pihaknya saat ini mengakui melihat celah-celah sektor pajak baru yang bisa dimaksimalkan.

Terlebih, berdasarkan data Kominfo ada 600 lebih tower yang berada di Palembang.

"Kita minta pelajari sebab kebanyakan tower tidak berada di lahan sewa. Makanya pengenaan pajaknya nanti apakah ke penyewa atau bukan. Pajak Bumi Bangunan (PBB) memang sudah jelas, tapi peruntukan tower ini kelak apa masuk ke Bumi atau Bangunan masih dimatangkan," jelasnya, saat dijumpai di rumah dinas Walikota, Senin (24/2/2020)

Menurut Harno, selama ini belum ada penerapan pajak tower yang dibangun di Palembang. Dalam pelaksanannya, ia meminta juga peran serta ketua RT, RW, Lurah ataupun Camat untuk menginventarisir berapa banyak tower yang ada di wilayahnya.

"Tolong lurah, camat atau RT disampaikan berapa banyak tower yang ada, dilihat apakah sudah dikenai pajak atau belum," ujarnya.

Ditinggal Kosong, Isi Rumah Warga Talang Ubi PALI Ini Lludes Digondol Tetangganya sendiri

Setelah Berjuang 11 Hari, Warga Muba Ini Berhasil Mendapatkan Anaknya di Kabupaten Magetan Jatim

Sungai Meluap, Warga Muba Ramai-Ramai Bangun Corong dari Bambu dan Jala untuk Perangkap Ikan

Upaya ini kata Harno, sebagai langkah agar mencegah realisasi PAD Kota Palembang kembali defisit seperti di 2019 kemarin. Tahun ini target PAD mencapai Rp 1,5 triliun.

"Harapan kita tidak ada lagi defisit anggaran, walaupun defisit ini diberikan oleh aturan untuk menganggarkan defisit minimal tiga persen dari APBD. Semangatnya untuk kita giat lagi menutupi defisit kedepannya," jelasnya.

Sementara itu, Kepala BPPD Kota Palembang, Sulaiman Amin mengatakan tahun ini pihaknya akan menyasar PBB peruntukan tower kolaborasi dengan Kominfo yang selama ini belum tergarap.

"target PAD sangat tinggi sehingga diharuskan menggali potensi baru. Salah satunya menggali pajak Tower.

Potensi pajak pada di sektor baru ini, kata Sulaiman selama ini tidak terdata dengan tertib. Sehingga diminta baik camat, lurah dan RT untuk mendata.

"Sehingga kita secepatnya melakukan validasi dan kita pelajari bentuk pajak yang dikenakan pada Tower tersebut," katanya.

Digalinya potensi pajak baru ini sebagai salah satu upaya mencapai target PAD Rp1,5 triliun. Saat ini hingga Februari ini capaiannya baru 6,68 persen atau Rp100 miliar. "Capaian ini memang masih kurang, kita optimis sampai Maret kita optimis bisa capai 15 persen," katanya.(cr26)

Penulis: Rahmaliyah
Editor: Tarso
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved