Berita Muaraenim

VIDEO : Pabrik Tahu Nyaris Terkena Longsor ,Bupati Muaraenim Tinjau Ke lokasi

Pabrik Tahu, Nyaris Terkena Longsor, Bupati Muaraenim Tinjau Ke lokasi

SRIPOKU.COM, MUARAENIM,---Sebuah rumah dan pabrik tahu milik Sutrisno (50) warga Dusun VI, Desa Karang Raja, Kecamatan Muaraenim, Kabupaten Muaraenim, nyaris ambruk terkena longsor akibat digerus hujan dan derasnya arus sungai Enim, Selasa (18/2/2020).

Dari pengamatan di lapangan, Plt Bupati Muaraenim H Juarsah SH, langsung melakukan peninjauan lokasi longsor di Desa Karang Raja. Tampak sebuah rumah yang bersebelahan pabrik tahu, terlihat nyaris ikut ambruk ke dalam sungai Enim. Bahkan sebuah tangki penampung ampas tahu ikut ambruk ke dalam Sungai, sehingga menyisakan pondasi rumah dari pinggir Sungai Enim.

Menurut pemilik rumah Sutrisno, sebenarnya dahulu ia membangun rumah dan pabrik tahu sekitar 20 meter dari bibir sungai Enim. Namun ternyata setiap tahun tanahnya tergerua sehingga akhirnya mencapai pondasi rumah. Bahkan tahun 2019 lalu, pihak Pemkab Muaraenim sempat membangun beronjong untuk mencegah longsor kembali, namun ternyata tetap longsor akibat pembagunan beronjongnya tidak sesuai dengan yang diinginkannya.

Sedang Menjalani Hukuman, Lucinta Luna Justru Dilaporkan Gebby Vesta Gara-gara Masalah Ini

Bekerja di PT Lonsum Sejak Tahun 1994 Terakhir Jadi Mandor, Nurhani Di-PHK Tanpa Imbalan Jasa

6 Pemicu Serangan Jantung yang Diduga Penyebab Meninggalnya Suami Buga Citra Lestari Ashraf Sinclair

"Sebelumnya saya minta bangun beronjong sepanjang 250 meter. Namun ketika dibangun ternyata hanya 50 meter sehingga tanggung dan percuma saja," jelasnya.

Masih dikatakan Sutrisno, semenjak kejadian tersebut, keluarganya khawatir dan takut tinggal dibelakang karena setiap saat rumahnya bisa ambruk ke dalam sungai Enim.

Sementara itu Plt Bupati Muaraenim Juarsah, meminta masyarakat Muaraenim terutama yang tinggal disekitar aliran sungai untuk waspada dan berhati-hati terhadap kejadian alam yang tak terduga. Apalagi saat ini, sedang musim penghujan akan banyak kerawanan-kerawanan yang akan ditimbulkannya seperti tanah longsor, banjir dan sebagainya. Dan ia meminta kepada aparat Kecamatan dan Desa untuk berperan aktif meninjau dan menindaklanjutinya jika terjadi bencana sehingga secepatnya bisa ditanggulangi oleh instansi terkait yakni BPBD Muaraenim.

"Saya minta masyarakat jangan lagi membangun rumah dipinggir sungai terutama yang baru dan akan membangun, demi keselamatan diri sendiri," tegasnya.(ari).

Saksikan juga video pilihan berikut ini dan Subcribe Channel Youtube SripokuTV:

Penulis: Ardani Zuhri
Editor: Budi Darmawan
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved