Melemahnya Kohesi Modal Sosial Di Daerah

Sejak diberlakukannya otonomi daerah yang diikuti pula dengan sistem PILKADA secara langsung telah memberikan ekses negatif

Melemahnya Kohesi Modal Sosial Di Daerah
Istimewa
Dr. Ir. H. Abdul Nadjib S,.MM (Dosen FISIP UNSRI Palembang / Pemerhati Kebijakan Publik Daerah). 

Melemahnya Kohesi Modal Sosial Di Daerah

Oleh : Dr. Ir. H. ABDUL NADJIB,. MM*

Dosen FISIP UNSRI Palembang/Pemerhati Kebijakan Publik Daerah

Sejak diberlakukannya otonomi daerah tahun 2001 yang diikuti pula dengan sistem pemilihan ke­pala daerah (PILKADA) secara langsung telah memberikan ekses negatif yang tak terhindarkan di daerah.

Minimal ada 3 ekses negatif yang mulai tumbuh subur dalam penyelenggaraan pe­me­rin­tahan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat di daerah, yaitu;

1) Tumbuhnya “Raja-raja kecil” di daerah yang cenderung melaksanakan pemerintahannya de­ng­an pendekatan kekuasaan;

2) Tumbuhnya KKN dalam berbagai aspek kehidupan;

3) Menurunnya partisipasi ma­sya­rakat dalam pembangunan.

Pernyataan ini bisa menimbukan ‘debatable’ di masyarakat dan terutama dikalangan birokrasi pe­merintahan, tapi bila kita jujur dengan diri sendiri, maka pernyataan tersebut memang begi­tu­lah adanya.

Mengapa hal ini terjadi ??.

Halaman
1234
Editor: Salman Rasyidin
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved